Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Oktober 2017

Hari Ketiga Mengajar Anak Berkebutuhan Kasih (Tunagrahita)


**dianjurkan membaca hari pertama dan kedua terlebih dahulu

Nyaman, setelah mengetahui cara pembelajaran agar si Boboy dapat semangat mengikuti pembelajaran, rasanya seperti diatas angin, garis kemenangan mulai terlihat, hahahahahahahaha.  Nah setelah sukses denga pembelajaran dengan bermain pada pembelajaran sosial mengenal keluarga. Selanjutnya adalah pembelajaran beritung, lebih tepatnya berhitung 1- 10 dan ada pesan dari guru kelas  sebelumnya agar jika memang sudah mampu maka dapat dilanjutkan dengan angka 1 – 11.

Malam sebelum pembelajaran dilakukan, saya mulai mencari cara agar, pembelajaran si Boboy dalam permainannya tidak selalu seperti itu. Hmmmmmm saya utek – utek g jelas itu angka, mulai mengingat – ingat permainan apalagi yang seru, namun masih berkaitan dengan angka.  Saat itu kebetulan teman sekamar saya sedang mendengarkan lagu dangdut. Lha dari lagu ini muncul ide – ide yang berlarian di kepala ini. Yaps ide saya kunci, sip saya siap untuk pembelajaran berhitung besok, Hei Boy, lihat Bu fafa sudah siap bermain dengan kamu besok, wkwkwkkwkwkwkwkwkkw.

Seperti biasa, saya sampai sekolah 30 menit sebelum bel masuk berbunyi. Oke jam pembelajaran pertama dimulai,

Saya: He Boy sudah siap untuk belajar berhitung hari ini?
Boy : -.- (mungkin pikirnya, hah? Belajar?)
Saya:  (aelah, saya baru sadar kalau salah ngomong)
Saya coba bangun moodnya, karena saya sudah  keceplosan , saya bilang mau belajar.
Saya: Boy, kamu hari ini bawa makan?
Boy: (dia keluarkan kotak makannya)
Saya:  Coba lihat, apa isi kotak makanmu Boy
Boy: (dia buka kotak maknnya, sambil mencium bau masakannya ibunya)
Saya: Coba boy lihat ada apa saja lauknya? Wah berapa Boy bawa lauknya (disini saya bermaksud untuk memulai pembelajaran berhitung, dia mulai menyebutkan lauk yang dibawanya, kemudian banyak lauknya. Mengapa dengan kotak makan? Karena satu – satunya hal yang dapat membuatnya bahagia adalah makan! Nah, hal tersebut juga dapat anda lakukan untuk mengubah mood anak dengan memulai hal yang ia sukai, tanpa terlalu menonjolkan tujuan pembelajaran, sehingga anak merasa santai)

Selanjutnya saya mulai dengan pembelajaran berhitung, dengan menggunakan media balok, kartu angka, serta gambar. Dimulai dengan saya minta dia untuk mengambil balok sejumlah 1 terus berurutan hingga 10, setelah ia mampu maka saya tunjukkan gambar angka, saya minta dia untuk menyebutkan angka berapa?

Saya: Boy, lihat ini angka berapa? (sambil saya menunjukkan kartu angka)
Boy:  4
Saya: yes pintar, sekarang ibu minta ambil balok sebanyak angka 4
Boy: dia mulai mengikuti  instruksi yang saya berikan
Begitu seterusnya, angka yang saya berikan saya acak tidak selalu angka berurutan.

Sebagai guru, kita juga harus dapat memahami kondisi peserta didik yang sedang kita hadapi,terlebih peserta didik yang dihadapi adalah anak berkebutuhan khusus, dengan berbagai karakteristik, dan mood yang dapat meledak setiap saatnya. Langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah lakukan pembelajaran dengan hal – hal yang berkaitan dengan sesuatu yang peserta didik sukai. Kreatif adalah kunci yang dapat membuat anak semangat belajar.

Ketika saya mulai menyadari bahwa si Boboy ini mulai bosan dengan pembelajarannya, maka saya berikan dia kesempatan untuk minum dan santai sejenak ,  kemudian dengan menggunakan isyarat bahwa dia mengantuk ( gawat ini pikir saya, kalau dia mulai mengantuk )

Saya: Boy, berdiri ayok kita bersenang – senang
Boy : Senyum nya mulai merekah
Saya: ini, Bu Fafa punya gambar angka 2, nah gambar angka 2 ini dengan pantat mu membentuk angka 2 okeh, sambil joget – joget, bu Fafa putarkan music. Oke?
Boy: Oke


Akhirnya kita berdua saling bergantian untuk menggambar angka dengan pantat,hingga jam pembelajaran habis. Yaps sudah memang seharusnya kita memahami kondisi peserta didik berkebutuhan khusus dengan berbagai karakteristiknya sangat jauh berbeda dengan anak regular lainnya. Bersabar akan menuntun kita untuk tetap teguh memberikan hak pendidikan bagi mereka, dan kreatif menjadikan mereka lebih bersemangat untuk sekolah 
Baca selengkapnya

Selasa, 24 Oktober 2017

Hari Kedua Mengajar Anak Berkebutuhan Kasih (tunagrahita)

**silahkan membaca part 1 dengan judul: hari pertama mengajar anak berkebutuhan kasih (tunagrahita)

Yay, hari kedua bertemu dengan Boboy, saya panggil kesayangan, agar saya lebih akrab dengan dia, lebih akrab, dan memotivasi saya bahwa peserta didik yang sedang saya hadapi adalah kesayangan saya, tau sendiri kan kalau berhadapan dengan kesayangan, orang yang kalian sayang, orang yang kalian cinta, maka selalu dengan mudah akan kalian rela lakukan untuk kebaikan kesayangan kalian, sudah se - simple itu kalau definisi  saya.

Di hari kedua saya dengan Boboy ini, saya berinisiatif untuk nempel terus ke dia, dari dia datang sampai ke sekolah, saya sapa dia, untungnya para teman dan guru beserta stafnya mendukung saya untuk bisa lebih dekat dengan Boboy, demi kelancaran kegiatan pembelajaran, sehingga seharian saya terus membuntutinya agar menemukan bagaimana caranya agar dia semangat untuk belajar (cukup itu dulu, jika sudah dengan semangat maka semuanya akan berjalan lancar sepertinya)

Tepat jam 07:30 saatnya kencan dengan si Boboy, saya sebut begitu saja biar lebih seru jadi nggak terlalu terbebani, hehehe.  Jam pertama 07:30 – 09:00 dengan pelajaran sosial, tema-nya kerukunan untuk materinya mengenal anggota keluarga yang terdiri dari nama saya, ayah, bunda, adik. Sebelumnya sudah diberikan informasi bahwa Boboy masih susah jika ditanya “ Siapa namamu?” sehingga tugasnya saya adalah ketika dia di berikan pertanyaan siapa namamu, dia bisa menjawab dengan baik.

Yaps saya minta dia untuk mengeluarkan seluruh isi yang ada di dalam tasnya, mungkin ada media yang dapat digunakan, yey  ternyata dalam kotak pensilnya ada beberapa foto- foto Boboy dan keluarganya. I’m ready for you boy.

Saya: Pagi boy, Sehat ya boy?
Boy : …..
Saya: Boy, senyum dong kayak ibu gini
Boy : ……
Saya: Boy, hari ini belajar sama ibu ya
Boy: -.-
Saya: Oke, boy siap ya
Boy: -.-

Saya sudah dengan semangat melebihi 45 dan respon dia tetap diam, datar. Saya masih menjelaskan setiap orang punya nama Boy, kalau aku namaku Bu fafa, kamu juga punya nama, namamu Boboy. Jadi kalau di tanya siapa namamu? Nah kamu jawab, aku Boboy. Sekarang coba kamu tanya ke aku, siapa namamu, ayok Boy. ……………………………. ( hening sampai 15 menit). Saya berinisiatif untuk praktek dengan guru. Terjadi percakapan seperti tadi “Siapa namamu? “

Boy lihatkan apa yang sudah di lakukan bu Fafa dengan ibu Zaza tadi? Dia hanya diam, ya sudah Boy kamu minu saja dulu gpp. Istirahat sebentar ya 5 menit. Saya coba mencari solusi untuk menarik perhatiannya. Sambil saya liat foto – fotonya, kemudian ada saat foto dia bersama dengan ayahnya, dia menggunakan topeng harimau, dia menunjukkan gambar itu kemudian dia menunjukkan dirinya (seperti, bu itu lo gambarku) lalu dia bilang “hayimauuu” sambil menirukan suaranya.

Cling, seperti ada cahaya nih di depan saya yang bersinar (hahahahahahha, alay) saya dapat ide.  Hey Boy, hari ini kita tidak akan belajar, dengarkan Bu fafa hari ini kita akan bermain. Splash, wajahnya tersenyum seketika, dia joget – joget, kemudian dia berdiri dengan sikap siap! (seperti memberikan kode, yosh Bu saya siap!!!!!! ). Jadi Boy, lihat disini bu Fafa bawa foto – foto, nah sekarang coba tunjukkan dulu mana fotomu Boy? Dia tunjukkan dengan jarinya. Sip cerdas kamu Boy. Kamu tutup mata, Bu fafa sembunyikan foto – foto ini nanti kamu cari harta karun foto yang ada spiderman. Oke, (karena si Boboy ini suka dengan spiderman, jadi fotonya saya asumsikan dengan spiderman. Ready Boy? Siap Bu (dia jawab dengan lantang) siapa kamu ?  Boboy Spiderman (sekali lagi dia jawab dengan suara yang keras).

Oke kita hitung 1 – 10 (ajak anak untuk bersama – sama beraktifitas, seperti menghitung bersama, hal ini juga dapat membantu anak mengingatkan materi berhitung, agar anak lebih terampil lagi)  Oke, pemirsa, hari kedua berjalan dengan baik. Aih kenapa nggak dari awal saja saya melakukan cara itu, bermain, bermain dan bermain, kata sekolah, belajar mungkin baginya seperti zombie yang menyeramkan untuknya, mau melarikan diri pun , dia tidak tahu caranya, makanya dia lampiaskan dengan diam sejuta kata.


Dari sini kita bisa jadi tahukan bahwa karakteristik anak- anak berkebutuhan khusus, sangat berbeda kontras, dan kitalah sebagai calon pendidik harus lebih kreatif, dan menarik dalam proses pembelajaran yang terjadi, juga selalu libatkan anak dalam segala hal, jangan pelihara rasa kasihanmu itu hanya karena label mereka anak berkebutuhan kusus, jika kalian merasa iba, hal terbaik yang harus kita lakukan adalah “bantu! Bantu mereka untuk mandiri, BUKAN bantu mereka untuk menyelesaikan tugasnya”  
Baca selengkapnya

Senin, 23 Oktober 2017

Hari Pertama Mengajar Anak Berkebutuhan Kasih (Tunagrahita)


Sudah bahagiakah untuk hari ini, hari kemarin, dan hari esok? Jika belum, masih galau, dan masih menyesali hal- hal yang sudah berlalu. Mulai dari sekarang bahagialah dengan cara yang sederhana yaitu dengan mensyukuri nikmat yang telah diberikannya hingga kini kita masih dapat beraktivitas ( salah satunya membaca tulisan saya ini J )

Kali ini saya ingin berbagi sekelumit pengalaman ketika saya membantu anak berkebutuhan khusus ( tunagrahita ) dalam proses belajar mengajar, jadi ceritanya ini hari petama saya ngajar. Karena sudah beberapa kali berhadapan dengan anak tunagrahita jadi saya tidak ada persiapan apapun untuk hari petama ngajar, perlu kita tahu sebagai guru berkebutuhan khusus hari pertama yang dilakukan adalah observasi, terkait dengan kemampuan peserta didik sehingga kita dapat memahami sejauh mana pemahaman peserta didik terkait materi yang sudah diberikan, nah hasil dari observasi ini dapat digunakan sebagai alat untuk membuat materi selanjutnya dalam kegiatan belajar mengajar, karena kurikulum yang diberikan untuk anak berkebutuhan khsus harrus disesuaikan oleh kemampuan dan kebutuhan anak. Yaps! Anda tidak salah baca, kurikulum yang menyesuaikan peserta didik, beda dengan anak regular yang justru harus menyesuaikan dengan kurikulum yang sudah dibuat.

Kembali ke tujuan awal, hari pertama mengajar saya datang 30 menit sebelum pembelajaran di mulai, saya diberikan pengarahan kepada salah satu pemilik lembaga tersebut bahwa untuk hari ini cukup melakukan observasi saja, sehingga akan memahami karakteristik tiap anak yang berbeda – beda.  Ketika masuk kelas, dalam kelas tersebut ada 3 anak 2 laki -  laki dan 1 perempuan.  Dari ketiga peserta didi tersebut semua termasuk kedalam kategori anak tunagrahita, namun derajat ketunaannya berbeda – beda. Pelajaran dimulai seperti biasanya, pada 15 menit pertama guru melakukan apersepsi kepada para peserta didik, namun ada salah satu peserta didik yang sedang flu berat, nah sebelum pelajaran di mulai guru tersebut meminta untuk anak ini membersihkan ingusnya terlebih dahulu, perintah pertama berjalan dengan baik, kemudian si Boboy (sebut saja begitu) saat pelajaran alam, materi yang disampaikan pada mengenal anggota tubuh, nah guru tersebut meminta Boboy untuk meminta gambar wajah pada salah satu petugas di sekolah, namun ketika sampai di ruangan bapak admin boboy hanya terdiam Bapak admin bertanya: “ Kamu di suruh apa? “ Boboy hanya berdiri tegap diam kemudian, sama bapak admin suruh balik ke bu guru untuk bertanya di suruh ngapain, Boboy di berikan pengertian lagi bahwa dia di suruh minta gambar wajah peristiwa ini terjadi begitu berulang – ulang sampai sekitar 30 menit.

Setelah 30 menit berlalu, akhirnya bapak admin menyerah dan memberikan gambar wajah pada boboy tersebut, pelajaran jam pertama hanya berlangsung 15 menit untuk si Boboy, karena waktu di babat habis olehnya saat meminta gambar wajah yang dia tidak megucapkan spepatah kata pun. Karena penasaran, ketika jam istirahat saya mengamati Boboy ini ketika berintiraksi dengan teman sepermainannya, dia bahagia, dia tertawa dia main tebak – tebakkan gambar hewan, dan hei! Dia bisa jawab, dia juga mengerti pembicaraan orang di sekitarnya,dia juga tahu perintah yang diberikan untuknya , dari situ saya paham bahwa dia sebenarnya dia dapat biacara, meskipun dengan kosakata yang terbatas, saya mulai dekati dia, saya tunjuk gambar binatangya, dia juga mau menjawab monyet ( sambil mnirukan suaranya), anjing, ayam, katak.

Bel masuk mulai menganggu anak – anak untuk meyudahi permainannya, akhirnya setelah istirahat saya di minta untuk memegang Boboy, karena ternyata untuk selanjutnya Boboy akan selalu belajar bersama saya. Saya merasa santai karena saat istirahat dia sudah mulai akrab dengan saya, main tebak – tebakan bersama saya. Namun sikapnya sudah berubah total, dia mulai dengan jurusnya yang diam seribu bahasa, tidak berbicara sepatah kata pun, ketika saya sudah cerewet menjelaskan dia hanya diam, saya mulai dengan” halo Boboy, hari ini belajar sama bu Fafa ya, nah hari ini kita akan belajar wajah, lihat di gambar ini ada mata, sambil saya menunjukkan gambar mata, nah ini matanya ibu ( saya pegang mata saya ) sekarang coba mana matanya Boboy, saya mengulang pertanyaan coba pegang matanya Boboy hingga 3- 5 kali dan responnya hanya diam sambil mainan mulutnya. Akhirnya saya menyerah, membantunya untuk menyentuh kedua mata dengan tangannya. Mengetahui keadaan seperti ini., guru kelasnya ini meminta saya untuk memberikan tugas kepadanya menulis saja, nah ketika saya memberikan dia tugas menulis, menggunting, mewarnai dia menyelesaikannya dengan cukup baik tanpa pertentangan ataupun mogok tidak mau.

Setelah jam pelajaran selesai, saya rasa hari ini, merupakan sebuah pemanasan untuk menjadi pendidik anak berkebutuhan khusus, dalam memberikan haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak, meskipun dengan kondisi respon pertama kali yang diberikan seperti itu. Kemudian saya coba sharing sambil mencari informasi terkait dengan si boboy ini. Dia adalah anak yang penurut,  ketika dimintai bantuan dia selalu siap, namun saat diajak berbicara, dia bisa, mampu hanya saja dia terlalu malas untuk berbicara. Mengapa demikian? Karena aktivitasnya di rumah, dia jarang diajak berbicara, apa yang dia inginkan sudah langsung tersedia di depannya tanpa dia harus berbicara untuk memintanya. Itulah salah satu faktor yang menyebabkan dia menajdi malas untuk berbicara. Pertemuan kedua masih dengan kejutan yang maha dahsyat.
__________________________

Tunggu kisah kami selanjutnya.. masih bersama dengan anak berkebutuhan kasih
Baca selengkapnya

Jumat, 20 Oktober 2017

Bagaimana Kabar Ibu saat Ditinggal Anaknya Merantau


Sempat memikirkan bagaimana nasib orang tua yang dengan susah payah membesarkan anaknya, namun ketika sudah dewasa mereka memilih hidup dikota dan tak kembali lagi ke pangkuan sang bunda. Sepi dan sunyi sahabat ibu setiap hari, rumah yang dulunya selalu ramai oleh canda tawa kalian sejak kecil telah sirna, tergantikan rindu sang ibu. Rindu untuk selalu menanti buah hatinya kembali dari perantauan.

Merantau untuk menggapai impian memang baik, tapi meninggalkan orang tua setelah mendapatkan pekerjaan tetap adalah suatu permasalahan yang tak lagi remeh. Orang tua kalian berharap anaknya menjadi sukses tapi tidak untuk melupakan orang tua, walau terkadang anak yang masih peduli ingin mengajak orang tuanya hidup di kota, namun apa daya sang ibu memilih di kampung halaman karena tak terbiasa hidup di kota.

Terlepas dari permasalahan tersebut, kasih orang tua tidak bisa kita hiraukan begitu saja, sejak kecil rumah merupakan tempat awal kita mengenal dunia, mengenal kerinduan seorang ibu dan mengenal cintanya. Rumah merupakan tempat berlabuh segala resah dan kerinduan, ibu selalu berpesan kepada kita. Terkadang suka marah-marah namun itulah bentuk kasih sayangnya, tidak bisa membiarkan buah hatinya begitu saja, selalu memperhatikan hal-hal kecil.

Namun saat kamu dewasa, mulailah berfikir tentang masa depan dan karir, lalu kamu memilih untuk beradu nasib merantau ke kota. Ibu hanya bisa berpesan “hati hati dijalan ya nak, semoga apa-apa yang ingin kamu capai dimudahkan oleh-NYA”, entah kamu kuliah, kerja, ataupun berwirausaha, meninggalkan orang tua adalah hal yang berat dirasakan oleh seorang ibu, melepas buah hatinya bersamaan dengan harapan untuk kembali.

Saat kamu sudah berada diperantauan apakah merasakan rindu terhadap ibu? Lalu sempatkah kamu berfikir apa yang dilakukan ibu dirumah, bagaimana perasaan ibu saat kamu tinggal di perantauan. Boleh jadi dalam hatinya ada rasa ragu, di dalam sana mungkin juga ada keresahan yang tak pernah ditampakkan dalam raut wajahnya. Boleh jadi ada sejuta perasaan yang harus dikalahkan oleh ibu saat merelakanmu untuk merantau. Selalu memikirkan anaknya, setiap hembusan nafasnya selalu teriring doa untuk sang buah hati.

1.       Saat ibu kalian makan di rumah
Saat ibu kalian makan dirumah, beliau pasti teringat kamu yang berada diperantauan, apakah juga sudah makan disana, lalu jika belum apa yang membuatnya belum melahap makanan. Ibu selalu khawatir jika tahu anaknya belum makan, atau melihat kebiasaan kalian makan dengan jam seenaknya sendiri.

2.       Bingung mau sms atau telepon
Bahkan ini saya alami sendiri, waktu itu sempat merasa bersalah dan termenung lama sekali. ibu dengan polosnya mengatakan takut mengganggu aktifitas ku kuliah di kota. Padahal saya lupa membalas sms ibu hingga petang, ibu sangat khawatir aku kenapa napa. Akhirnya bapak yang berpesan ke ibu kalau jangan sering-sering menghubungi anaknya, daripada hanya akan menambah kekhawatiran.

Boleh jadi apa yang kita anggap remeh, hal tersebut sangat berarti bagi seorang ibu, mau menanyakan kabar takut mengganggu, sedangkan kalian menghungungi ibu hanya saat tanggal tua? Kabarilah ibu mu, dia selalu berharap anaknya baik-baik saja.

3.       Doa ibu
“surge ditelapak kaki ibu” begitu besar pengorbanannya hingga sangat dimuliakan dalam agama, sejak kalian kecil hingga dewasa tak surut pula doa ibu terhadap anaknya. Setelah selesai sholat dan boleh jadi setiap 1/3 malam terakhir dengan sajadah beludru dan kumal, selalu meneteskan air mata ketika mendoakan si buah hatinya. Sudahkah kamu mendo’akan ibu mu?

4.       Ketika kamu pulang kampung
Momen yang sangat dinantikan seorang ibu adalah ketika anaknya kembali menginjakkan kaki di kampung halaman, rindu seperti terobati. Dan taukah kalian setiap kamu pulang pasti disuguhkan makanan yang enak-enak sebagai rasa bahagia seorang ibu, setelah sekian lama bisa kembali memasakkan makanan spesial untuk anaknya.

___________________________________
Sebelum semuanya terlambat, pulanglah temui ibu mu,

Pulanglah membawa rindunya
Baca selengkapnya

Sabtu, 07 Oktober 2017

Menikmati Keindahan Sunrise Bromo tak Harus Menginap. Tips Budget Minim!


Bromo merupakan salah satu wisata andalan jawa timur, keindahan alam yang ditawarkan sangat memanjakan mata, gunung yang berada di perbatasan malang dan probolinggo tersebut sering dijadikan salah satu tujuan wisata para Sunrise Hunter. Tak hanya masyarakat lokal bahkan sampai mancanegara banyak sekali dijumpai di bukit penanjakan (tempat menunggu sunrise).

Kali ini saya akan membagikan mengalaman kami menikmati keindahan bromo dengan biaya hemat, versi mahasiswa banget.

Dari ke empat orang yang akan berangkat, hanya satu dari kami pernah melakukan perjalanan menuju bromo. saran untuk teman-teman kalau ke sana seharusnya ada yang sudah berpengalaman, soalnya di atas GPS tidak aktif. Ada beberapa persiapan yang harus kamu bawa. Seperti kaos kaki & sepatu, sarung tangan, jaket. Karena di sana hawanya sangat dingin & ekstrim sehingga diharapkan daya tahan tubuh harus dalam keadaan fit.

Bawa motor
Jika ingin menhemat biaya menuju bromo, bawa motor sendiri, jika kamu membawa mobil hanya parkir sampai pintu masuk untuk menuju puncak kalian dipaksa ganti mobil jeep dan membayar cukup lumayan. Kami berangkat dari malang pukul 00.00 dinihari, ada tiga jalur menuju bromo yaitu lewat pasuruan, tumpang dan satunya lewat probolinggo. Kami memilih lewat pasuruan karena “katanya” jalannya lebih manusiawi.

Bawa bekal makanan
Dengan membawa bekal sendiri menjadikan lebih ramah di saku kami, karena disana makanan cukup mahal. Atau setidaknya kalian membelinya dari malang, kan banyak warung buka 24Jam, seperti contohnya warung bu marni jalan bendungan sutami. namun kami memilih masak sendiri agar lebih hemat.

Tiket masuk
Setelah kami berangkat, sekitar 3 jam kami melewati jalan curam, gelap dan masuk ke dalam hutan sampai juga kami di pintu masuk wisata bromo, cukup membayar 25rb satu orang, kalau satu motor boncengan dengan 50rb kita mendapatkan tiket masuk menuju bromo. Sampai di pintu masuk saat itu sekitar pukul 3 dini hari.

Setelah kami melewati pintu masuk, petualangan baru dimulai, jalan yang berliku, walaupun sudah aspal bagus, tetap saja kalau bukan ahli mengendarai motor perlu diwaspadai. Namun ketika sudah melewati pintu masuk, banyak sekali orang bersamaan menuju puncak, berbeda ketika sebelum menuju pintu masuk, sangat mengerikan. "Sempat pada saat sampai di pertigaan (walau ada plang arah) ada orang yang mengarahkan menuju arah lain, dan untungnya teman saya sadar kalau orang itu hanya menipu kami. Entah apa modusnya (kami beranggapan begal)". Jadi saran buat teman-teman kalau kesana bawa rombongan yang cukup banyak, mengantisipasi hal seperti ini.

Banyak tawaran tebengan
Satu hal yang pasti dijumpai ketika hampir sampai bukit penanjakan adalah jasa antar jemput, karena macet parah, motor kami parkir di pinggir jalan kami berjalan dari situ. Jasa-jasa antar jemput sangat banyak dijumpai, dengan alasan masih jauh lah atau biar cepat sampai, yang jelas abaikan saja, karena perjalanannya ndak jauh-jauh banget kok.

Kami sampai di atas bukit penanjakan pukul 4.30 masih cukup lama untuk menunggu sunrise, tapi jangan salah, turis dan wisatawan sudah memenuhi tempat tersebut. Alhasil untuk mencari celah kami terpaksa menerobos lewat samping itupun hanya mendapat celah kecil mendapatkan tempat melihat sunrise.

Menikmati keindahan bromo
Setelah lelah-lelah berkendara dan jalan menuju penanjakan, lelah kami terbayar lunas dengan keindahan alam bromo, ketika sunrise ternyata tempat kami seperti di atas awan, perlahan lingkungan sekitar menampakkan wujudnya, yang sebelumnya hanya gelap telah tampak pegunungan bromo yang sesungguhnya. Dijamin ndak nyesel dengan pemandangannya.

Setelah puas kami berfoto-foto di bukit penanjakan, saatnya turun menuju lautan pasir dan kawah bromo. Nah disini ekstrim nya, semula kami sangat kediginan, bahkan salah satu rekan kami sempat muntah-muntah, berbeda di lautan pasir hawanya sangat panas dan jalannya hanya pasir sejauh mata memandang, (disarankan memakai masker). Pemandangannya pun tak kalah menabjukkan, kami tak henti-hentinya kagum dengan keindahan bromo.

Setelah puas ber-selfie2 ria sekitar pukul 09.00 di lautan pasir kami kembali ke atas untuk pulang.

Kelemahan 
*membutuhkan stamina yang banyak (karena tanpa istirahat)
*capek, nagntuk, suhu ekstrim (bahkan kami langsung tumbang dua hari karena kecapean)
*debu, yups debu di bromo sangat mengganggu terutama di lautan pasir
*motor tidak kuat, setelah kembali dari lautan pasir motor kami tak mampu untuk boncengan, alhasil harus jalan salah satu.

______________________
Itulah pengalaman kami menikmati keindahan gunung bromo. Semoga bermanfaat

Sampai jumpa ^_^
Baca selengkapnya

Minggu, 24 September 2017

Potensi Wisata Kabupaten Ngawi Air Terjun Pengantin – KKN UM 2017 Ds. Hargomulyo


Dalam definisi umum KKN berarti mengabdikan ilmu yang dipelajari selama dikampus untuk menjalankan salah satu tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Sigkatan dari KKN adalah Kuliah Kerja Nyata, namun kali ini singkatan tersebut bisa berubah menjadi Kuli-Kuli Nyata, Kuliah Kerja Nge-cor, Kuliah Kerja Nge-las. Bagaimana itu bisa terjadi?. Ikuti kisah perjalanan kami berikut.

Kami bersama rekan satu perjuangan, mendapatkan kesempatan bertemu menjadi satu kelompok, berasal dari berbagai disiplin ilmu dan fakultas di Universitas Negeri Malang (UM). Dalam kesemptan tersebut awal mulanya kami kurang tahu apa maksud dan tujuan KKN kami, yang ternyata berbeda dengan KKN pada umumnya, disebutnya KKN Tematik bertepatan di desa hargomulyo kecamatan ngrambe kabupaten ngawi.

Karena kebanyakan dari kami berasal dari daerah sekitar ngawi, untuk transportasi lumayan cukup mudah. Saat itu keberangkatan kami sekitar 2 minggu sebelum puasa ramadhan. Setelah survey dan beberapa persiapan pembukaan acara, secara resmi penyerahan dari dosen kepada perangkat desa telah selesai dilaksanakan. Dari sinilah dimulai, pembelajaran baru, pengalaman baru, memajukan potensi daerah kabupaten ngawi yaitu Kawasan Wisata Air Terjun Pengantin.

Pertama kali melakukan rapat koordinasi dengan pemuda sekitar kawasn wisata kami menyadari bahwa kesadaran wisata di daerh ini merupakan salah satu yang patut diacungi jempol, bagaimana tidak, kami sebagai pendatang yang menyebut “pengabdian masyarakat” namun pemikiran mereka sudah diatas perkiraan kami. Ide-ide yang kami tuturkan mudah saja mendapat sanggahan. Masih perlu pematangan perencanaan.

Setelah beberapa hari kami menjalani hari ditempat baru, mulailah kami mengenal lingkungan sekitar dengan lebih hangat. Potensi yang ditawarkan desa ini sangat memiliki nilai jual tinggi jika diolah lagi menjadi hidangan yang lezat, mengingat juga kabupaten ngawi memiliki sedikit kawasan wisata kunjungan alternative. Tentunya hal tersebut membuat ATP (Air Terjun Pengantin) memiliki kesempatan selangkah lebih maju untuk dijadikan kawasan wisata wajib ketika berkunjung di Ngawi.

Pemikiran seperti itulah yang dibutuhkan, agar semangat membangun wisata akan terus berevolusi setiap tahunnya.

***

Dalam waktu satu setengah bulan kami berkesempatan memikirkan hal tersebut. Meskipun berat, kami mulai membuat agenda kegiatan harian, setiap dari kami (20 orang) mendapatkan satu tanggung jawab kegiatan dan 3 kegiatan besar/kelompok. Bermodalkan tekad dan dukungan dari warga sekitar ATP, alhamduilah bukan hanya 23 program kerja yang selesai kami lalui namun menembus 32 program kerja yang telah tuntas kami kerjakan. Walau ada beberapa yang kurang sempurna, seperti pengembangan website ATP yang masih sangat minim informasi, kami tidak sempat membuatnya menjadi lebih baik karena berbagai kendala,

Diluar itu program kerja kami alhamdulilah bias dikatan sukses. Berikut saya jabarkan beberapa program pengembangan wisata ATP oleh teman-teman KKN UM 2017 Ds. Hargomulyo

Program Kelompok =>
"Pembuatan photo boot (Jembatan Cinta)
"Pengembangan website ATP
"Paket wisata ATP

Prgram Individu =>
“Pembinaan dan pelatihan homestay wisata
"Pelatihan nari selamat datang
"dolanan tradisional
"Gembok Tresno
"Legenda ATP
"Plang arah menuju ATP
"Baliho selamat datang
"Slogan jembatan
"Melukis tmpat duduk
"Melukis tong sampah
"Mitos gembok cinta
"Pengadaan tong sampah
"Pembuatan proposal desain ulang taman ATP
"Bersih desa sekitar kawasan wisata
"Lorong Cinta (Hallway of Love)
"Slogan cantik
"Denah lokasi wisata
"Video Pemasaran desa wisata
"SOP parkir
"SOP homestay
..
proker tambahan =>
Pelatihan ramah lingkungan (bersih desa)
les dan ngaji tiap sore
senam Minggu pagi
pawai menyambut ramadhan
kerja bakti membersihkan parkiran
outbond
pemasangan umbul-umbul
safari ramadhan bersama pak lurah

***
Dari beberapa program kerja tersebut ada tiga proker terbesar kami, yautu jembatan Cinta ATP, Lorong Cinta dan Gembok Tresno.

Gembok tresno
Terinspirasi dari gembok cinta di BJBR, ataupun di beberapa kota diseluruh dunia, kami membuat gembok cinta dengan nama yang lebih me-masyarakat. Cinta dalam bahasa jawa bisa disebut resno. Jadilah kami membuat nama gembok tresno.

Dengan harapan agar memberdayakan masyarakat sekitar dengan berjualan gembok untuk pasangan yang ingin mengikat janji dan harapan mereka di gembok tresno tersebut Selain itu tema wisata juga cocok yaitu air terjun pengantin yang identik dengan pasangan.

Lorong cinta
Pada saat kami melewati jalan menuju air terjun terdapat anak tangga yang lumayan memakan tenaga, ada beberapa hiasan seperti bunga yang berbentuk melengkung diatas jalan menuju wisata, sehingga ketika capek bisa istirahat sebentar sekedar untuk selfie. Dari hal tersebut kami memiliki pemikiran untuk membuat hiasan seperti slogan cantik dan lorong cinta (hallway of love)

Kami membuat dari besi dan kawat agar bias tahan lama, disinilah istilah Kuliah Kerja Nge-las. Bagaimanapun salah satu rekan kami harus ada yang menunggu di tempat pengelasan agar segera jadi. Tepat satu minggu pesanan kami sudah jadi, yang menjadi masalah adalah memindahkan dari tempat las menuju wisata, kami terpaksa memikulnya secara manual menuju ATP.


Jembatan Cinta
Kenapa kami memilih membuat jembatan cinta, sebenarnya terinspirasi dari wisata kawasan ngawi dan sekitarnya sedang tren atraksi wisata seperti ini, seperti jembatan selfie TMI dan jembatan selfie bukit kerek indah, dengan inspirasi tersebut kami membuat gagasan jembatan Cinta ATP, tentunya didukung oleh pokdarwis Tirto Hargo Kencana (Kelompok Sadar Wisata) yang merupakan ahli perbambuan dan desain yang kokoh. Mengingat lokasi wisata di daerah yang curam rawan longsor.

Pengerjaan jembatan cinta ATP merupakan proker terlama kami, dari mulai awal kita KKN sampai hamper selesai baru jadi, dengan pengorbanan tenaga dan pikiran mengingat separuh perjalanan finishing bersamaan dengan bulan suci ramadhan.

Dari sini pula kami menyebut KKN dengan bermacam-macam istilah. Mulai dari Kuli-Kuli Nyata, hingga Kuliah Kerja Nge=Pring. Bukan sebagai keluhan tentang KKN kami yang serba melelahkan, namun motivasi untuk menjadi diri sendiri tanpa merasa sok jadi mandor (mentang2 memiliki strata pendidikan tinggi) dengan istilah itupula kami menganggap semua orang disini keluarga baru sekaligus guru dalam beberapa kesempatan yang dapat kami petik pembelajaran.


Dari pengalaman kami, alhamdulilah beberapa media meliput hasil kerja kami.
Berikut kami menampilkan sebagian saja.

Instagram  
@mahasiswaum @mahasiswamalang @insta_ngawi @explore_ngawi @kekinianngawi

Surya

Kampoeng Ngawi



*Tunggu kisah kami berikutnya
Baca selengkapnya