Minggu, 05 November 2017

Mengenal Pertanyaan Terbesar Dalam Hidup "cinta"


Perasaan manis dan asin adalah rasa yang hampir setiap hari kita bisa merasakan, dan sepertinya tidak ada yang special darinya. Bagaimana dengan perasaan cinta, sejatinya tidak ada pula yang menyuruh untuk membuat nya lebih spesial, hanya diri kita lah membesar-besarkan perasaan tersebut.

Siapakah cinta?
Perasaan yang entah kenapa menggenggamnya saja seperti bara api, namun ketika melepasnya membuat hati seperti di patahkan, terhempas seperti daun yang jatuh…………… maka jika ingin serius memupuk cinta, jangan biarkan dia lepas meskipun itu panas.

Berbicara masalah cinta, di zaman milenial seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang salah mengartikan cinta, anak baru pupuk bawang seakan tahu tentang semua hal mengenainya, cinta adalah perasaan suci dan fitrah dimiliki seorang manusia kepada lawan jenisnya. Pengertian tersebut di salah gunakan demi mendapatkan perasaan yang “menurutnya” harus dilakukan atas nama cinta, maka jangan heran muncul kelompok LGBT, anak kecil udah chat papa mama, dan fenomena menyalah artikan cinta lainnya.

Cinta itu?
Meskipun hanya sebatas sebuah perasaan ‘cinta’ memiliki definisi yang bahkan dengan bertambahnya umur dan pengalaman membuat orang memaknai beragam. Ketika SD mengenal dengan istilah cinta monyet, beranjak dewasa mengenal cinta buta, ketika dewasa memaknai dengan cinta tak direstui. Atau bahkan cinta menurut via vallen “jare nek ra NINJA ra oleh di cinta”.

Cinta bisa merupakan perasaan suci bisa juga sebaliknya, ibarat pedang bermata dua tergantung bagaimana kita memaknai dan menggunakannya, suci karena tiada ego dan nafsu menyertainya, murni akibat cinta yang menghampiri. Murni akibat Tuhan memberikan tanggung jawab kepada kita untuk memupuk lalu memberikan kepada seseorang yang dengan kedatangannya saja membuat jantung berdetak kencang.

Siapakah dia?
Ohhh tuhan ku cinnta dia, ku rindu dia, nah dianya siapa? Cinta tak memandang bulu siapapun orangnya, kita masih mengingat artis asal Indonesia yang baru saja menggelar acara pernikahan, disebut-sebut sebagai hari patah hati nasional. Atau artis korea yang baru saja nikah dengan teman syuting drama ‘cinlok’ di tempat syuting, sosmed twitter pun riuh dengan tagar hari patah hati internasional. Memang aneh tapi itulah cinta, hanya kita yang tahu siapakah dia.

Jika belum mendapatkan ‘dia’ maka tidak usah bingung, galau dan bersedih, karena bisa jadi tuhan sudah mempersiapkan dia dengan “spesifikasi” terbaik, namun kenapa kamu belum mendapatkannya, karena menurut Tuhan kamu belum pantas mendapatkannya, maka tugas mu sekarang adalah memantaskan diri dengan berharap ridho-Nya.

Perasaan adalah perasaan
Sampaikapanpun dia adalah perasaan, boleh jadi menurut kita sudah final fixed namun fakta berkata lain, boleh jadi kita merasa tenang sudah mengikatnya di hati dengan tali terbaik tetap saja rahasia Allah tiada yang tahu, pun boleh jadi kita sangat membencinya bahkan bertemu saja membuat muak tapi di kemudian hari bersanding di pelaminan ‘mendeklarasikan’ kepemilikan cinta sejati. Siapa yang tahu? Maka jika itu belum terjadi, jangan merasa berlebihan atas nama cinta, hati seseorang bisa berubah sewaktu-waktu. Karena perkataan adalah gombal dan membual, tapi cinta bukan tentang makna tapi rasa dan perbuatan.

“Kau tahu nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang dilangit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan” --- Tere Liye ‘Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah’

_________________

Akhir kata, salam buat si cinta ^_^

Bagikan

Jangan lewatkan

Mengenal Pertanyaan Terbesar Dalam Hidup "cinta"
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.