Kamis, 16 November 2017

Pentingnya Literasi Informasi di Era Generasi Millennial




Mengenalkan generasi millennial sekarang tentang literasi informasi melalui berbagai kegiatan sebagai pembelajaran perlu ditekankan. Banyak sekali pengguna teknologi digital di masa sekarang ini kurang memiliki keahlian dalam hal literasi informasi sehingga banyak sekali informasi sampah bertebaran di social media atupun website tertentu.

Banyaknya pengguna sarana informasi di era zaman now ini menyebabkan terciptnya masalah dan potensi, masalah jika bisa ditemukan akarnya bisa menjadikan potensi untuk berkembang, sebaliknya potensi jika tidak dimanfaatkan sebaiknya pun bisa menjadi masalah. Ibarat pedang bermata dua seperti itulah internet yang kita gunakan sekarang ini.

Informasi dari internet memudahkan kita untuk mengetahui berbagai macam memudahkan kebutuhan, namun faktanya generasi milenial lebih banyak menggunakan media informasi hanya sekedar chating di medsos ataupun game online serta melihat video di youtube.

Tidak semua tahu bagaimana menggunakan media informasi secara cerdas dan tepat guna sesuai kebutuhan. Terbukti dengan banyaknya informasi hoax beredar bebas, penpuan melalui saran online dan kejahatan lain.

Apakah kopas tanpa melihat sumber juga kejahatan? Ya itulah salah satu kejahatan informasi, coba bayangkan jika kegiatan “info dari grup sebelah” itu tanpa literasi informasi jika informasi itu tentang seseorang yang difitnah, betapa jahatnya kita menyebarkan fitnah tanpa kita sadari.

Literasi dahulu diartikan hanya sebatas membaca dan menulis, namun saat ini literasi dipandang lebih mencakup secara luas, membaca dan menulis “hanya” di golongkan sebagai “basic literasi”. Dengan perkembangan dunia yang semakin pesat, informasi silih berganti di ujung dunia pun bisa diketahui, maka perlu adanya literasi informasi untuk menyaring kebenaran informasi yang di dapat.

Pengertian literasi informasi menurut para ahli adalah kemampuan untuk mengetahui kapan dibutuhkannya informasi, untuk dapat di jadikan identifikasi, menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Menurut para pakar literasi seperti American Library Association (ALA), literasi informasi didefinisikan sebagai serangkaian kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari kapan informasi dibutuhkan dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif.

Konsep literasi informasi diperlukan untuk memadukan informasi yang relevan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Manfaat literasi informasi adalah tersaringnya informasi positif, atau istilahnya dengan literasi informasi kita bisa menangkal hoax dengan metode atau model literasi informasi.

Literasi informasi dapat memberikan hubungan penting antara msayarakat informasi (pengguna sarana informasi) dengan pembelajaran masyarakat. Kegiatan pembelajaran literasi informasi menyebabkan masyarakat dituntut untuk belajar dan belajar ulang. Karena hidup semakin berkembang, bukan berarti kita pasrah dengan keadaan. Kalau masyarakat tidak belajar kompetensi dan fleksibel dengan perkembangan zaman, bukan tidak mungkin jika zaman akan meninggalkannya.

Contoh lterasi informasi dalam kehidupan sehari – hari setidaknya mereka memiliki beberapa hal sebagai berikut:

*Menentukan informasi yang dibutuhkan saja
*bisa mengakses informasi secara efektif dan efisien
*mengolah informasi dari berbagai sumber yang valid
*menggabungkan informasi yang didapatkan sebagai landasan ilmu pengetahuan
*bisa menggunakan informasi secara efektif untuk tujuan tertentu
*mengetahui isu terkini seperti ekonomi dan hukum, dan bisa menggunakan informasi yang didapatkan secara legal

***
Pengetahuan mengenai literasi informasi memang sangat penting, dan kesadaran tentang hal ini perlu di tekankan kepada semua pihak terutama orang tua dan guru di sekolah, agar generasi kekinian “kids zaman now” bisa memilah dan memilih informasi mana yang dibutuhkan.

Jaman memang sudah berubah, namun buka berarti ada kata terlambat disitu pemahaman tentang literasi informasi bisa menghasilkan generasi penerus yang cerdas dalam menyikapi berbagai hoax media.

_____________
Akhir kata, bersama – sama kita ciptakan internet positif dan penggunaan media informasi secara bijak untuk Indonesia berkemajuan


Salam ^-^
Baca selengkapnya

Rabu, 15 November 2017

Cara Mencegah Informasi Hoax Dengan Pendidikan Literasi


Sebagai salah satu pengguna media sosial terbanyak, Indonesia merupakan Negara dengan jumlah pengguna facebook nomor 4 di dunia, belum akun sosial media yang lain. Banyaknya pengguna sosmed mengakibatkan banyak sekali konten tidak benar tersebar dengan mudah. Lalu bagaimana cara mengatasi berita hoax di internet?

Baca selengkapnya

Selasa, 14 November 2017

Membentuk Karakter Islam Pada Anak Sejak Usia Dini


Kebaikan seseorang dimulai dari yang diajarkan orang tuanya kepada anaknya ketika masih belia. Jika agama yang ditekankan, maka peluang anak sukses di masa depan sangatlah terbuka. Tetapi jika selain itu, mungkin akan kaya, tetapi belum tentu baik, apalagi kuat iman dan takwanya. Pentingnya pendidikan karakter anak usia dini sebagai orang tua harus memiliki keyakinan yang kuat, bahwa pendidikan Islam yang paling penting bagi anak ketika dewasa kelak. Maka penting bagi orang tua Mendidik anak berkarakter islami.

Peran Orang Tua di Rumah
Anak yang sholih/sholikhah merupakan harta yang tidak ternilai dan tak bisa disandingkan dengan kekayaan apapun di dunia. Hanya dengan pendidikan agama Islam yang mampu menjadikan anak memiliki kemampuan dibidang spiritual yang baik untuk bekalnya ketika dewasa. Dengan inspirasi tersebut penting bagi orang tua mengerti akan mendidik anaknya karena yang sejatinya paling perlu dikhawatirkan orang tua terhadap masa depan anak sebenarnya bukan soal profesi dan pendapatan. Lebih dari itu adalah iman, ketakwaan dan kemanfaatan anaknya bagi orang lain.

Peran pendidikan keluarga dalam mendidik anaknya dengan mengantarkan anak meraih kedewasaannya dengan mengerti akan ilmu-ilmu Islam baik fikriyah, qolbiyah, jasadiyah maupun dieniyahnya atau Sembilan aspek pendidikan yang dikatakan (Abdussalam, 2011:120) yaitu, imaniyah, ruhiyah, fikriyah, ‘athifiyah, khuluqiyah, irodah, ijtima’iyah, jasadiyah, jinsiyah. Apabila pendidikan keluarga telah mampu mengantarkan anak didiknya mengerti akan ilmu-ilmu Islam, berarti proses pembentukan karakter anak telah terbina dengan baik.

Lingkungan keluarga yang efektif mengantarkan kemudahan bagi orang tua dalam mendidik anaknya. orang tua harus mempersiapkan dengan baik hal-hal yang perlu ditanamkan sejak pendidikan dasar dan ikut serta dalam mempersiapkan generasi terbaiknya, maka hal yang perlu disiapkan dalam lingkungan keluarga untuk mendidik karakter anak dengan baik antara lain:

1.       Ibu rumah tangga sebagai pekerjaan mulia
Pekerjaan wanita sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan terbaik, karena ibu yang akan berhubungan paling dekat dengan anak, dan paling dominan dalam memberikan pendidikan terbaik untuk ikut serta dalam membangun generasi kuat iman dan akhaqnya, seorang ibu dalam Islam dikatakan berasil bukan karir yang tinggi, bahkan melebihi suaminya, namun seorang ibu dikatakan berhasil jika mampu melahirkan insan soleh/sholikah.

Anak adalah cerminan orangtua, orang sukses lahir dari keluarga yang baik, dan ibu memegang peranan yang sangat penting dalam pengajaran ini. Oleh Allah seorang ibu telah ditempatkan pada kemuliaan yang sangat tinggi mengenai pendidikan kepada anaknya, itulah tolak ukur seorang anak ditentukan dari ibunya. Sabda Rasulullah SAW. “….dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suami dan anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban tentang mereka.” (HR Bukhari Muslim).

2.       Menciptakan budaya Islami dalam keluarga
Era globalisasi saat ini informasi media sangat mempengaruhi perilaku manusia, media masa cetak maupun elektronik dijumpai di setiap sudut rumah. Jika diperhatikan media informasi memberikan dampak negatif yang besar, apabila tidak memiliki dasar Islam yang sebagai pijakan yang kuat. Menurut (Gray, 2006:24) jika anda tidak sadar bahwa ada berbagai metode penipuan, sebaiknya anda bersiap diri menyaring propaganda yang hanya menyajikan sedikit fakta, yang tanpa kita sadari oleh media dengan jangkau siar yang luas.

Siswa SD zaman sekarang di sajikan menu Televisi (TV) yang menuju dalam hal yang negatif, maka wajar jika kasus kenakalan remaja dimulai dari tidak ada dasar pendidikan Islam sejak pendidikan dasar, anak sangat mudah terpengaruh oleh media-media yang merusak moral generasi bangsa. Sebagaimana dikatakan (Nurawani 2013) bahwa bukan tidak mungkin pilar yang sudah kita bangun secara individu bobol oleh derasnya arus perubahan dan kita bisa terhanyut di dalamnya.

Penting bagi keluarga menjaga anaknya dan terus mengawasi ketika di rumah untuk menciptakan suasana dan budaya yang Islami. Buat hubungan antara anak dan orang tua sedekat mungkin untuk menjaga rasa kepercayaan yang tinggi, sebagai contoh untuk sering mengajak diskusi, agar anak selalu peka terhadap fakta. Sebagaimana dikatakan (Nurawani 2013) bahwa membiasakan berdiskusi untuk mengetahui sudut pandang dan cara berfikir anak, serta terbiasa menghukumi kesalahan menurut sudut pandang Islam. Bila ini bisa dilatih sejak dini, Insya Allah anak sudah terbiasa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Membiasakan dengan hal baik akan menciptakan budaya positif untuk memberikan pengaruh kepada anak didik sebagai dasar pembentukan moralnya. Dalam Islam membuat rumah sebagai lingkungan yang baik disebut baitu jannati (rumah-ku adalah syurga-ku) dengan membiasakan hidup Islami sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Sebagai contoh: membudayakan mengkaji Al-Qur’an setelah sholat magrib. Maka kebiasaan untuk mengkaji Al-Qur’an secara tidak sadar membentuk budaya Islami secara istiqomah.

3.       Menjadi teladan yang baik
Keteladanan dalam pendidikan termasuk cara berpengaruh yang paling efektif dalam membentuk kepribadian anak menjadi positif maupun negatif. Jika orang tua seorang yang jujur dan terpercaya, maka anak akan tumbuh di atas kejujuran dan keamanahan. as-Sabatin dalam Abdurrahman (2013:116) mengatakan, kedua orang tua wajib menyifati diri dengan sifat-sifat yang ingin mereka tanamkan di dalam diri anak-anak mereka.

Orang tua juga harus menjaga kaedah-kaedah tingkah laku yang akan ditanamkan pada anaknya. Tidak mungkin kedua orang tua menyuruh untuk sabar  kepada anaknya, sementara orang tua justru gampang marah. Sebagaimana pesan kepada orang tua oleh as-Sabatin dalam Abdurrahman (2013:116) bahwa hal pertama yang harus dimulai sebelum memperbaiki anakmu, adalah perbaikan dirimu sendiri. Sesungguhnya pandanganmu dibatasi oleh kedua matamu.

_____________________________
Konsep pendidikan karakter anak dalam islam perlu ditekankan kepada orang tua agar bisa menerapkan pembentukan karakter islami sejak dini, dengan harapan ketika dewas sudah memiliki pondasi yang kuat agar tidak ikut terbawa arus hedonisme yang kental dengan jiwa remaja kekinian “kering” akidah islam.


Konsep pendidikan karakter islam bisa ditemukan melalui pedoman dalam alqur’an maupun assunah.
Baca selengkapnya

Senin, 13 November 2017

Fenomena Kids Zaman Now Ditanggapi Pemerintah dan Pakar Bahasa


Saat ini kita berada pada zaman yang semakin cepat perkembangan informasi, dengan maraknya fenomena tertentu, lambat laun akan tergantikan tren yang lain. Tak seperti dulu percepatan perubahan tren ini terjadi, kita bisa sedikit kilas balik beberapa waktu lalu sedang tren “om telolet om” lalu tren “challenge” di youtube.

Fonomena satu ini bukan merupakan hal baru, mencampur aduk bahasa menjadi bahasa gaul sebenarnya sudah dari dulu ada, seperti bahasa SMS yang mencampurkan antara huruf dan angka “per4an” “ber5” sudah lebih dulu tren dimasa nya, sekarang zaman berganti, bahasa gaul remaja kekinian pun bertransformasi menjadi bermacam – macam, seperti kids zaman now, tercyduk, gabut, OTW, kuy, sabi,  unch – unch, wkwk land dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimanakah Menurut para ahli mengenai fenomena tersebut?
Fenomena kids zaman now menurut mustakim (kepala pemasyarakatan bahasa pada badan bahasa) yang dikutip kumparan mengatakan “dalam pandangan saya, itu merupakan fenmena mencari perhatian”

mustakim menjelaskan upaya dalam mencari perhatian pun mereka beragam bisa menggunakan cara unik pun tak lazim agar orang lain memperhatikannya. Seperti mencampur adukkan kalimat menggunakan bahasa berbeda, atau menggunakan angka – angka dalam menuliskan pesan.

Sebenarnya hal tersebut tidak mengancam keberadaan bahasa Indonesia yang sudah mapan, karena bahasa merupakan penggunaan pada masa tertentu dan oleh kelompok tertentu. apalagi penggunaanya pun hanya sebatas pergaulan, ketika dia mengerjakan soal pelajaran ataupun laporan dari guru mereka pun bahasa gaul itu ditinggalkan.

Pemerintah zaman now
Setelah mengetahui bahwa penggunaan kata kekinian bukan merupakan ancaman ataupun kemunduran bahasa, tanggapan pemerintah pun tidak banyak mempermasalahkan penggunaan kata campuran tersebut, malah menjadi guyonan di saat – saat tertentu.

Ridwan kamil
Misalkan saja seperti wali kota bandung ridwan kamil, wali kota paling hits se jagat raya tersebut memiliki jutaan pengikut di akun instagramnya, bukan tanpa dasar beliau ingin lebih merasa dekat dengan remaja atau generasi milenial saat ini. Alhasil penggunaan kata gaul pun tak segan beliau tuliskan dalam setiap postingan di instagramnya. Bukan main, banyak komentar – komentar positif berseliweran di akun instagramnya, penyampaian nasehat dan arahan pun dikemas lebih santai dan mudah dipahami. Para nitizen pun berpendapat bahwa ridwan kamil memang salah satu wali kota zaman now yang dimiliki Indnesia,

Kemendikbud
Beda cerita menanggapi fonemona remaja saat ini, entah apa yang ingin di sampaikan kemendikbud dalam sebuah status nya di Twitter, dalam rangka ingin lebih di kenal generasi keknian atau hanya sekedar himbauan saja. Yang jelas berbeda dengan ridwan kamil yang begitu lugas kemendikbud terkesan kaku dalam penyampaiannya jika memang ingin lebih dekat dengan kids jaman now.

Dalam imbauannya di akun resmi kemendikbud (twitter.com/kemendikbud_ri) mengatakan padanan kata yang digunakan dalam kalimat “kids jaman now” yang benar adalah “kids zaman now”. Mungkin kemendikbud ingin menyampaikan kepada nitizen untuk membudayakan menulis ejaan dengan pedoman umum bahasa Indonesia.

Namun bukannya mendapatkan pujian, tak sedikit nitizen yang protes dengan imbauan kemendikbud tersebut.

Kak seto
Banyak yang menilai fenomena penggunaan kata “kids jaman now” ini berasal dari akun kloningan kak seto (seto mulyadi) di kolom komentar youtube trending Indonesia atau kolom komentar di video youtuber terkenal Indonesia, akun kloningan tersebut selalu berkomentar “dasar kids zaman now” ataupun dengan kalimat – kalimat nyleneh lainnya, bahkan sampai ada game developer membuat game kids zaman now dengan tokok utama kak seto dan sukses menyita perhatian di google play store.

Seto mulyadi atau sapaan akrab dengan panggilan kak seto menganggapinya positif, bahkan beliau tidak merasa tersinggung dengan meme yang menggunakan foto dirinya. Dalam keterangannya yang dikutip dari jawapos kak seto hanya tertawa menanggapi fenomena kids zaman now tersebut, bahkan dia mengaku hal tersebut sah – sah saja dilakukan di era digital saat ini, meme tentang beliau pun ditanggapi sebagai bagian dari dinamika remaja bukan melaporkan kepada polisi (seperti tetangga sebelah :v)

_________________________

Akhir kata, mengutip perkataan kak seto, kita hidup di dunia digital kids zaman now, sebanyak apapun remaja saat ini tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman.
Baca selengkapnya

Berhentilah Pura – pura Bahagia di Sosial Media


Melihat siklus hidup kids zaman now, mengingatkan salah satu kutipan quotes tahun ini “pajanglah fotomu sebanyak-banyaknya di medsos, niscaya esok akan terkenal". Ungkapan tersebut bukan tanpa dasar, smartphone kekinian sudah dilengkapi kamera dengan resolusi tinggi, tak perlu kamera mahal untuk menghasilkan foto selfie.

Bagai daun berguguran di musim kemarau, kini banyak generasi milenial memoles wajahnya dengan aplikasi gratisan, bahkan smartphone paling dicari saat ini adalah dengan spek kamera resolusi tinggi, jangan heran jika vendor smartphone melakukan promo besar-beasaran dengan produk andalan dilengkapi kamera super canggih yang mampu merubah seperti artis korea, layaknya bungklon bisa merubah warna kulit dalam sekejab.

Detik ini juga ribuan orang memajang foto mereka seperti dagangan yang diobral murah, dalam prakteknya pun kini tak mengenal perbedaan agama, suku dan budaya. Yang berkult hitam menjadi putih, yang sudah putih makin kinclong.

Seperti itulah gambaran dunia saat ini, benar saja jika bang tere dalam statusnya pernah mengatakan “cari pasangan jangan karena cantik atau ganteng saja lihat foto di instagram hari ini, tidak ada satupun yang terlihat jelek” pembenaran tersebut merupakan sebuah keniscayaan generasi muda kini.

Maka pertanyaannya mudah saja, apakah seperti itu yang dinamakan hidup? Apakah kalian nyaman dengan kehidupan penuh tipu daya tersebut, sadarlah jika kalian bertemu teman yang super cantik di instagram, boleh jadi dalam kehidupan nyata pun biasa saja. Sampai kalian sadar pada waktunya nanti wajah bisa berubah, waktu tidak akan terulang kembali, sebuah kesia – siaan akan sadar jika waktunya telah tiba.

Seperti kalian melihat foto kalian masih kecil, terkadang malu, risih, kok aku dulu geje seperti itu. Pun saat tua nanti jika kalian masih hobi selfie ria akan merasakan hal yang sama.

Terkadang saat kita meninggalkan kesibukan di sosmed kita seperti terbangun dari mimpi di siang hari, karena hanya hati diri kita sendiri yang bisa menilai “apakah memang seperti itu?”

Tubuhmu bukan konsumsi public
Bayangkan saja jika kalian mengumbar foto – fotomu di sosial media, bahkan orang yang tak dikenalpun bisa menikmati paras mu, apa yang akan kamu persembahkan untuk pasangan hidup kalian? cukuplah untuk dirimu sendiri menyimpan keindahan tubuh dan kecantikanmu, simpanlah untuk pasangan mu.

Jika kita belanja di pasar, barang yang dipajang paling depan tanpa bungkus atau barang display produk di supermarket bisa jadi adalah barang tidak berkualitas yang diperuntukkan tester untuk public boleh di coba. Barang memiliki kualitas baik akan tersimpan dengan baik ditempatnya terbungkus dengan rapi, bukan untuk pajangan saja.

Analogi sederhana tersebut bisa menyadarkan kita, mau berpihak pada barang berkualitas atau hanya sebagai konsumsi public tanpa memiliki kredibilitas yang mumpuni?

Kebahagiaan yang sesaat
Apa sih yang kalian cari dari postingan selfie kalian di sosmed? Kalau bukan kebahagiaan apalagi, pujian?. Kebahagiaan pasti di dapat tapi hanya sesaat, orang lain boleh iri dengan foto kita, tapi hanya sesaat kalian akan dilupakan dengan wajah – wajah yang lain lebih keren dan menggoda bermunculan. Kebahagian semu yang didapat, selebihnya? Nothing!

Cinta sejati?
Mendapatkan cinta jika karna wajah, maka wajah adalah ketertarikan yang amatlah semu, kalau wajah sudah berubah? Cintapun tak seperti dulu, cinta bisa berubah. Bukankah jauh lebih bahagia ketika seseorang memuji mu langsung tanpa memakai rias apapun, tanpa embel – embel palsu.

Maka carilah pasangan yang tak mengumbar selfie di medsos, cintailah apa adanya karena cinta sejati bukan karena wajah, tapi cinta adalah tentang perasaan.
_________________________________
Letakkan HP mu, keluarlah, lihatlah dunia sesungguhnya
Baca selengkapnya

Minggu, 12 November 2017

10 Jenis Pekerjaan Baru Generasi Milenial


Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai dampak yang timbul akibat teknologi merangsek semua sektor kehidupan manusia menuntut kita untuk berubah. Disampng dampak yang dirasakan berupa pemberhentian kerja (karena digantikan teknologi) namun ternyata di balik semua itu terdapat titik terang berupa potensi – potensi kerja yang belum ada sebelum “zaman now” ini mewabah.

Dengan berkembangnya teknologi, kemudahan – kemudahan dalam mengakses informasi menjadi sangat mudah, generasi kekinian harus bisa melihat pekerjaan baru dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki, karena kalian akan hidup di masa depan, bisa jadi banyak peluang yang masih belum terlihat disana. Maka berikut saya jabarkan jenis pekerjaan baru yang menjadi tren akhir – akhir ini, namun dengan berjalannya waktu, bisa jadi jenis pekerjaan bisa saja tenggelam atau sebaliknya akan muncul jenis – jenis pekerjaan yang belum terfikirkan saat ini.

Selebgram
Dulu artis hanya tampil di TV, namun sekarang semua orang bisa jadi artis hanya dengan akun sosial medianya, tinggal bagaimana potensi dan bakat mu untuk mempunyai talenta dalam bidang tersebut. Biasanya mereka mencari Followers sebanyak – banyak nya, bisa melalui konten yang menarik seperti foto dan video. Setelah mendapatkan pengikut banyak, maka mereka menawarkan jasa promosi produk atau istilahnya endorse

Dengan menjadi brand ambassador produk tertentu, mereka bisa menampilkan promosi di sela – sela konten yang mereka suguhkan. Tentu jenis pekerjaan satu ini tidak pernah terfikirkan sebelum maraknya medsos seperti sekarang ini. Bagi kalian yang instagramable bisa lah coba – coba untuk memaksimalkan social media menjadi lebih berfaedah (bukan Cuma monyongin bibir doing)

Game reviewer
Pekerjaan satu ini juga tak kalah unik, siapa sangka hobi main game bisa mendatangkan uang, kita ambil contoh saja reza arap, bayu skak, pewdiepie mereka tiap hari hanya main game lalu di video semacam tutorial dan review lalu diunggah di youtube.

Namun setidaknya skil dalam edit video dan penyampaian kata harus bisa terlatih, gak mau kan kesannya garing di dengerin atau editannya jelek, ya memang membutuhkan waktu, tapi skil dasar (basic) seharusnya dimiliki dahulu sebelum terjun ke dunia youtuber.

Dan memang baru kali ini saya menyadari menjadi youtuber pun banyak jenisnya, dan jenis yang paling banyak adalah sampah atau re-uploader.

Vlogger
Seperti yang saya katakana tadi, vlogger ini termasuk salah satu jenis youtuber juga, tak disangka hanya video kehidupan sehari – hari kalian bisa mendatangkan uang, kita contohkan saja seperti kaesang, bayu skak daily life, raditya dika, ria ricis, keluarga gledek, gokil abis (bajindul vlog) dan masih banyak lagi yang lain.

Dengan jumlah viewer yang banyak, video kalian bisa di monetize agar mendapatkan uang dari iklan yang tanyang setiap video yang kalian unggah, selain itu biasanya mereka mendapatkan endorse juga dari produk tertentu.

Selain itu jenis youtuber yang lain adalah, review HP, media informasi (calon sarjana, jalan tikus dll.) dan entah lah mungkin kedepannya makin banyak lagi jenis youtuber lain. Yang jelas jika ingin terjun ke dalam dunia youtuber pastikan memiliki pembeda dengan yotuber lain.

Barista
Dengan semakin sesaknya perkotaan mencari tempat nongkrong menjadi salah satu pilihan untuk sekedar berkumpul bersama saudara. Barista adalah sebutan kepada orang yang menyajikan kopi, barista sendiri berasal dari bahasa itali yang berarti “pelayan bar”

Meskipun banyak kafe – kafe baru bermunculan, potensi pekerjaan ini masih memiliki peningkatan yang baik, konsep baru yang lagi hits adalah memadukan suasana kafe dengan pemandangan alam, dengan demikian pengunjung bisa menikmati ataupun sekedar selfie ria. Misalkan saja seperti kafe sawah, atau pupuk bawang di kota batu.

Blogger
Adalah sebutan bagi mereka yang mencari uang atau sekedar menulis di website, blogger sendiri memiliki banyak jenis niche (topic) yang bisa diangkat menjadi tema tulisan di web, namun kebanyakan ya gado – gado (campuran) *seperti blog ini_ perlu orang yang memiliki spesifikasi tertentu untuk bisa konsisten menulis dengan tema spesifik.

Sama seperti youtuber, penghasilan utama biasanya dari iklan seperti google adsense, yang menjadi pembeda dari keduanya adalah kontennya, jika youtuber berupa visual (video) kalau blogger berupa tulisan.

Web developer
Dengan perkembangan teknologi semua perusahaan membutuhkan website agar produk dan layanan yang diberikan lebih bisa di jangkau kepada masyarakat luas, dengan adanya web developer masalah tersebut bisa diatasi.

Biasanya mereka menawarkan jasa dengan paket tertentu selain itu mereka bisa juga menjual template premium agar bisa mendapatkan uang tambahan dari internet.

Apps creator
Jasa pembuatan aplikasi juga tengah marak di minati generasi muda, dengan membuat aplikasi mereka bisa menjualnya ataupun memasang di google play strore, akhir – akhir ini banyak sekali aplikasi  anak bangsa bermunculan, misalkan saja dengan tren yang ada mereka bisa membuat aplikasinya dan sukses di unduh jutaan orang, seperti TTS Cak lontong, bus telolet, dan masih banyak lagi.

Jenis pekerjaan ini kedepannya diperkirakan lebih dibutuhkan lagi, sekarang hampir semua orang memiliki smartphone, tentu dengan aplikasi yang support android memudahkan mereka untuk memakainya, bahkan sekarang website portal berita dan blog dengan trafik tinggi sudah membuat web mereka berupa aplikasi.

Bikin start up
Start up adalah istilah keren dari UMKM, dengan merintis start up kita bisa bekerja untuk diri sendiri, berbeda dengan pekerjaan ikut perusahaan orang yang terkesan penuh dengan peraturan, jika kalian tidak suka di atur – atur menjadi wirausaha sendiri bisa menjadi salah satu pilihan terbaik.

Banyak sekali pemuda Indonesia yang bisa meningkatkan pendapatan mereka dengan membuat start up, misalkan saja tokopedia, pemilik sekaligus pencetusnya adalah lulusan ITB asal sragen jawa tengah, bermodal tekad dia bisa membuktikan bahwa usaha yang dia jalankan bisa menembus kancah internasional.

Co-working
Co-working adalah sebutan baru dalam bisnis yang mengedepankan komunitas serta jaringan alam membangun bisnis, co – working space adalah solusi di tengah-tengah perkotaan yang memiliki penyewaan kantor mahal, dengan menyewa co-working space selain menghemat biaya juga mengedepankan kenyamanan dan tentunya komunitas yang dibangun.

Co-working semakin popular di Indonesia di karenakan banyak start up bermunculan yang terkendala dengan biaya penyewaan gedung, mereka bisa memanfaatkan momen tersebut untuk saling bekerja sama membangun usaha menjadi lebih baik. Co-working mengedepankan sharing dan berbagi, ada ruangan terbuka untuk digunakan bersama dalam penyampaian presentasi dan ada ruangan per individu untuk menjalankan pekerjaan atau tugas yang diberikan dalam komunitas atau perusahaan tersebut.

Socialpreneur
Socialpreneur adalah pembisnis dengan misi utama mensejahterakan masyarakat. Tujuan utama menciptakan social-impact yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah kebawah. Dahulu bisnis dikenal dengan keserakahan (profit oriented) tanpa memproiritaskan kalangan bawah. Namun berkat adanya socialpreneur kini banyak pembisnis yang mempunyai tujuan tersebut.

Sehingga jika dulu hanya dua siklus perusahaan seperti panah kebawah antara perusahaan dan profit, jika socialpreneur siklus tersebut membentuk setengah lingkaran atas perusahaan lalu memutar ke samping yaitu sosial dan terakhir profit lalu naik lagi ke perusahaan.

Karena disadari atau tidak dengan adanya relasi dengan masyarakat selain mendapatkan brand image yang baik, kepuasan memberi tidak pernah bisa tergantikan dengan profit sebanyak apapun.

­__________________________
Tentu masih banyak jenis pekerjaan baru yang lain, setidaknya gambaran di atas membuktikan bahwa tren pekerjaan mulai bergeser, peluang – peluang baru dalam bisnis terus bermunculan.

Jika kalian tidak bisa mengikuti perkembangan (inovasi) jangan menyalahkan keadaan jika sudah tergilas oleh zaman kekinian.

salam ^_^
Baca selengkapnya