Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Menjadi Pegawai atau Berwirsausaha? Sekolah tinggi ujungnya cari kerja


Setelah lama tak menulis, kali ini saya mencoba kembali mengulik permasalahan kompleks yang dihadapi hampir semua orang terutama mereka yang memakan bangku sekolah. Tak perlu mengherankan lagi, banyak media menyoroti problematika mengenai “sulitnya cari kerja”, mulai dari jumlah terus meningkat setiap tahun sampai rincian jenis sekolah terakhir yang mereka tempuh.
Lalu muncul pertanyaan, siapakah yang paling berhak disalahkan?

Baca selengkapnya

Senin, 13 November 2017

Fenomena Kids Zaman Now Ditanggapi Pemerintah dan Pakar Bahasa


Saat ini kita berada pada zaman yang semakin cepat perkembangan informasi, dengan maraknya fenomena tertentu, lambat laun akan tergantikan tren yang lain. Tak seperti dulu percepatan perubahan tren ini terjadi, kita bisa sedikit kilas balik beberapa waktu lalu sedang tren “om telolet om” lalu tren “challenge” di youtube.

Fonomena satu ini bukan merupakan hal baru, mencampur aduk bahasa menjadi bahasa gaul sebenarnya sudah dari dulu ada, seperti bahasa SMS yang mencampurkan antara huruf dan angka “per4an” “ber5” sudah lebih dulu tren dimasa nya, sekarang zaman berganti, bahasa gaul remaja kekinian pun bertransformasi menjadi bermacam – macam, seperti kids zaman now, tercyduk, gabut, OTW, kuy, sabi,  unch – unch, wkwk land dan masih banyak lagi.

Lalu bagaimanakah Menurut para ahli mengenai fenomena tersebut?
Fenomena kids zaman now menurut mustakim (kepala pemasyarakatan bahasa pada badan bahasa) yang dikutip kumparan mengatakan “dalam pandangan saya, itu merupakan fenmena mencari perhatian”

mustakim menjelaskan upaya dalam mencari perhatian pun mereka beragam bisa menggunakan cara unik pun tak lazim agar orang lain memperhatikannya. Seperti mencampur adukkan kalimat menggunakan bahasa berbeda, atau menggunakan angka – angka dalam menuliskan pesan.

Sebenarnya hal tersebut tidak mengancam keberadaan bahasa Indonesia yang sudah mapan, karena bahasa merupakan penggunaan pada masa tertentu dan oleh kelompok tertentu. apalagi penggunaanya pun hanya sebatas pergaulan, ketika dia mengerjakan soal pelajaran ataupun laporan dari guru mereka pun bahasa gaul itu ditinggalkan.

Pemerintah zaman now
Setelah mengetahui bahwa penggunaan kata kekinian bukan merupakan ancaman ataupun kemunduran bahasa, tanggapan pemerintah pun tidak banyak mempermasalahkan penggunaan kata campuran tersebut, malah menjadi guyonan di saat – saat tertentu.

Ridwan kamil
Misalkan saja seperti wali kota bandung ridwan kamil, wali kota paling hits se jagat raya tersebut memiliki jutaan pengikut di akun instagramnya, bukan tanpa dasar beliau ingin lebih merasa dekat dengan remaja atau generasi milenial saat ini. Alhasil penggunaan kata gaul pun tak segan beliau tuliskan dalam setiap postingan di instagramnya. Bukan main, banyak komentar – komentar positif berseliweran di akun instagramnya, penyampaian nasehat dan arahan pun dikemas lebih santai dan mudah dipahami. Para nitizen pun berpendapat bahwa ridwan kamil memang salah satu wali kota zaman now yang dimiliki Indnesia,

Kemendikbud
Beda cerita menanggapi fonemona remaja saat ini, entah apa yang ingin di sampaikan kemendikbud dalam sebuah status nya di Twitter, dalam rangka ingin lebih di kenal generasi keknian atau hanya sekedar himbauan saja. Yang jelas berbeda dengan ridwan kamil yang begitu lugas kemendikbud terkesan kaku dalam penyampaiannya jika memang ingin lebih dekat dengan kids jaman now.

Dalam imbauannya di akun resmi kemendikbud (twitter.com/kemendikbud_ri) mengatakan padanan kata yang digunakan dalam kalimat “kids jaman now” yang benar adalah “kids zaman now”. Mungkin kemendikbud ingin menyampaikan kepada nitizen untuk membudayakan menulis ejaan dengan pedoman umum bahasa Indonesia.

Namun bukannya mendapatkan pujian, tak sedikit nitizen yang protes dengan imbauan kemendikbud tersebut.

Kak seto
Banyak yang menilai fenomena penggunaan kata “kids jaman now” ini berasal dari akun kloningan kak seto (seto mulyadi) di kolom komentar youtube trending Indonesia atau kolom komentar di video youtuber terkenal Indonesia, akun kloningan tersebut selalu berkomentar “dasar kids zaman now” ataupun dengan kalimat – kalimat nyleneh lainnya, bahkan sampai ada game developer membuat game kids zaman now dengan tokok utama kak seto dan sukses menyita perhatian di google play store.

Seto mulyadi atau sapaan akrab dengan panggilan kak seto menganggapinya positif, bahkan beliau tidak merasa tersinggung dengan meme yang menggunakan foto dirinya. Dalam keterangannya yang dikutip dari jawapos kak seto hanya tertawa menanggapi fenomena kids zaman now tersebut, bahkan dia mengaku hal tersebut sah – sah saja dilakukan di era digital saat ini, meme tentang beliau pun ditanggapi sebagai bagian dari dinamika remaja bukan melaporkan kepada polisi (seperti tetangga sebelah :v)

_________________________

Akhir kata, mengutip perkataan kak seto, kita hidup di dunia digital kids zaman now, sebanyak apapun remaja saat ini tidak boleh kalah dengan perkembangan zaman.
Baca selengkapnya

Minggu, 12 November 2017

10 Jenis Pekerjaan Baru Generasi Milenial


Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai dampak yang timbul akibat teknologi merangsek semua sektor kehidupan manusia menuntut kita untuk berubah. Disampng dampak yang dirasakan berupa pemberhentian kerja (karena digantikan teknologi) namun ternyata di balik semua itu terdapat titik terang berupa potensi – potensi kerja yang belum ada sebelum “zaman now” ini mewabah.

Dengan berkembangnya teknologi, kemudahan – kemudahan dalam mengakses informasi menjadi sangat mudah, generasi kekinian harus bisa melihat pekerjaan baru dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki, karena kalian akan hidup di masa depan, bisa jadi banyak peluang yang masih belum terlihat disana. Maka berikut saya jabarkan jenis pekerjaan baru yang menjadi tren akhir – akhir ini, namun dengan berjalannya waktu, bisa jadi jenis pekerjaan bisa saja tenggelam atau sebaliknya akan muncul jenis – jenis pekerjaan yang belum terfikirkan saat ini.

Selebgram
Dulu artis hanya tampil di TV, namun sekarang semua orang bisa jadi artis hanya dengan akun sosial medianya, tinggal bagaimana potensi dan bakat mu untuk mempunyai talenta dalam bidang tersebut. Biasanya mereka mencari Followers sebanyak – banyak nya, bisa melalui konten yang menarik seperti foto dan video. Setelah mendapatkan pengikut banyak, maka mereka menawarkan jasa promosi produk atau istilahnya endorse

Dengan menjadi brand ambassador produk tertentu, mereka bisa menampilkan promosi di sela – sela konten yang mereka suguhkan. Tentu jenis pekerjaan satu ini tidak pernah terfikirkan sebelum maraknya medsos seperti sekarang ini. Bagi kalian yang instagramable bisa lah coba – coba untuk memaksimalkan social media menjadi lebih berfaedah (bukan Cuma monyongin bibir doing)

Game reviewer
Pekerjaan satu ini juga tak kalah unik, siapa sangka hobi main game bisa mendatangkan uang, kita ambil contoh saja reza arap, bayu skak, pewdiepie mereka tiap hari hanya main game lalu di video semacam tutorial dan review lalu diunggah di youtube.

Namun setidaknya skil dalam edit video dan penyampaian kata harus bisa terlatih, gak mau kan kesannya garing di dengerin atau editannya jelek, ya memang membutuhkan waktu, tapi skil dasar (basic) seharusnya dimiliki dahulu sebelum terjun ke dunia youtuber.

Dan memang baru kali ini saya menyadari menjadi youtuber pun banyak jenisnya, dan jenis yang paling banyak adalah sampah atau re-uploader.

Vlogger
Seperti yang saya katakana tadi, vlogger ini termasuk salah satu jenis youtuber juga, tak disangka hanya video kehidupan sehari – hari kalian bisa mendatangkan uang, kita contohkan saja seperti kaesang, bayu skak daily life, raditya dika, ria ricis, keluarga gledek, gokil abis (bajindul vlog) dan masih banyak lagi yang lain.

Dengan jumlah viewer yang banyak, video kalian bisa di monetize agar mendapatkan uang dari iklan yang tanyang setiap video yang kalian unggah, selain itu biasanya mereka mendapatkan endorse juga dari produk tertentu.

Selain itu jenis youtuber yang lain adalah, review HP, media informasi (calon sarjana, jalan tikus dll.) dan entah lah mungkin kedepannya makin banyak lagi jenis youtuber lain. Yang jelas jika ingin terjun ke dalam dunia youtuber pastikan memiliki pembeda dengan yotuber lain.

Barista
Dengan semakin sesaknya perkotaan mencari tempat nongkrong menjadi salah satu pilihan untuk sekedar berkumpul bersama saudara. Barista adalah sebutan kepada orang yang menyajikan kopi, barista sendiri berasal dari bahasa itali yang berarti “pelayan bar”

Meskipun banyak kafe – kafe baru bermunculan, potensi pekerjaan ini masih memiliki peningkatan yang baik, konsep baru yang lagi hits adalah memadukan suasana kafe dengan pemandangan alam, dengan demikian pengunjung bisa menikmati ataupun sekedar selfie ria. Misalkan saja seperti kafe sawah, atau pupuk bawang di kota batu.

Blogger
Adalah sebutan bagi mereka yang mencari uang atau sekedar menulis di website, blogger sendiri memiliki banyak jenis niche (topic) yang bisa diangkat menjadi tema tulisan di web, namun kebanyakan ya gado – gado (campuran) *seperti blog ini_ perlu orang yang memiliki spesifikasi tertentu untuk bisa konsisten menulis dengan tema spesifik.

Sama seperti youtuber, penghasilan utama biasanya dari iklan seperti google adsense, yang menjadi pembeda dari keduanya adalah kontennya, jika youtuber berupa visual (video) kalau blogger berupa tulisan.

Web developer
Dengan perkembangan teknologi semua perusahaan membutuhkan website agar produk dan layanan yang diberikan lebih bisa di jangkau kepada masyarakat luas, dengan adanya web developer masalah tersebut bisa diatasi.

Biasanya mereka menawarkan jasa dengan paket tertentu selain itu mereka bisa juga menjual template premium agar bisa mendapatkan uang tambahan dari internet.

Apps creator
Jasa pembuatan aplikasi juga tengah marak di minati generasi muda, dengan membuat aplikasi mereka bisa menjualnya ataupun memasang di google play strore, akhir – akhir ini banyak sekali aplikasi  anak bangsa bermunculan, misalkan saja dengan tren yang ada mereka bisa membuat aplikasinya dan sukses di unduh jutaan orang, seperti TTS Cak lontong, bus telolet, dan masih banyak lagi.

Jenis pekerjaan ini kedepannya diperkirakan lebih dibutuhkan lagi, sekarang hampir semua orang memiliki smartphone, tentu dengan aplikasi yang support android memudahkan mereka untuk memakainya, bahkan sekarang website portal berita dan blog dengan trafik tinggi sudah membuat web mereka berupa aplikasi.

Bikin start up
Start up adalah istilah keren dari UMKM, dengan merintis start up kita bisa bekerja untuk diri sendiri, berbeda dengan pekerjaan ikut perusahaan orang yang terkesan penuh dengan peraturan, jika kalian tidak suka di atur – atur menjadi wirausaha sendiri bisa menjadi salah satu pilihan terbaik.

Banyak sekali pemuda Indonesia yang bisa meningkatkan pendapatan mereka dengan membuat start up, misalkan saja tokopedia, pemilik sekaligus pencetusnya adalah lulusan ITB asal sragen jawa tengah, bermodal tekad dia bisa membuktikan bahwa usaha yang dia jalankan bisa menembus kancah internasional.

Co-working
Co-working adalah sebutan baru dalam bisnis yang mengedepankan komunitas serta jaringan alam membangun bisnis, co – working space adalah solusi di tengah-tengah perkotaan yang memiliki penyewaan kantor mahal, dengan menyewa co-working space selain menghemat biaya juga mengedepankan kenyamanan dan tentunya komunitas yang dibangun.

Co-working semakin popular di Indonesia di karenakan banyak start up bermunculan yang terkendala dengan biaya penyewaan gedung, mereka bisa memanfaatkan momen tersebut untuk saling bekerja sama membangun usaha menjadi lebih baik. Co-working mengedepankan sharing dan berbagi, ada ruangan terbuka untuk digunakan bersama dalam penyampaian presentasi dan ada ruangan per individu untuk menjalankan pekerjaan atau tugas yang diberikan dalam komunitas atau perusahaan tersebut.

Socialpreneur
Socialpreneur adalah pembisnis dengan misi utama mensejahterakan masyarakat. Tujuan utama menciptakan social-impact yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah kebawah. Dahulu bisnis dikenal dengan keserakahan (profit oriented) tanpa memproiritaskan kalangan bawah. Namun berkat adanya socialpreneur kini banyak pembisnis yang mempunyai tujuan tersebut.

Sehingga jika dulu hanya dua siklus perusahaan seperti panah kebawah antara perusahaan dan profit, jika socialpreneur siklus tersebut membentuk setengah lingkaran atas perusahaan lalu memutar ke samping yaitu sosial dan terakhir profit lalu naik lagi ke perusahaan.

Karena disadari atau tidak dengan adanya relasi dengan masyarakat selain mendapatkan brand image yang baik, kepuasan memberi tidak pernah bisa tergantikan dengan profit sebanyak apapun.

­__________________________
Tentu masih banyak jenis pekerjaan baru yang lain, setidaknya gambaran di atas membuktikan bahwa tren pekerjaan mulai bergeser, peluang – peluang baru dalam bisnis terus bermunculan.

Jika kalian tidak bisa mengikuti perkembangan (inovasi) jangan menyalahkan keadaan jika sudah tergilas oleh zaman kekinian.

salam ^_^
Baca selengkapnya

Selasa, 31 Oktober 2017

Ada apa Dengan Calon Menantu Seorang Petani? (pemuda zaman now)


Menjadi petani adalah pilihan terakhir yang mungkin tergambar dalam benak pemuda Indonesia saat ini (pemuda zaman now) alih-alih meneruskan perjuangan orang tua, mereka memilih merantau di kota besar untuk mencari pekerjaan lebih baik. Memangnya dengan bertani tidak lebih baik?

Pemuda zaman now lebih merasa percaya diri menjadi seorang penjaga villa, pelayan restoran, kasir retail modern dari pada menggantungkan nasibnya terhadap hasil pertanian, sehingga tak bisa dipungkiri menurut survey yang dilakukan LIPI (Pusat Ilmu Pengetahuan Indonesia) beberapa waktu lalu, di daerah jawa tengah rata-rata usia petani adalah diatas 50 tahun. Lah pemudanya kemana?

Regenerasi sama sekali tidak terbangun, motivasi menjadi seorang petani tidak terbentuk pada jiwa muda. Bahkan saya tekankan lagi, lulusan IPB (Institut Pertanian Bogor) apakah lalu ingin bergelut dalam bidang pertanian secara langsung. Mungkin hanya dalam lingkup Dinas pertanian dan lembaga pemberdayaan masyarakat. Lagi-lagi untuk terjun langsung menjadi seorang petani merupakan pilihan terakhir “jika” tidak mendapatkan pekerjaan di kota.

Tidak mengherankan saat ini banyak pemerhati sosial tengah merasakan ada semacam ancaman kepunahan pertanian Indonesia, memang terkesan berlebihan. Salah satu alasan kenapa pemuda zaman now tidak ingin menjadi petani karena identik dengan kemiskinan, ndeso, dan plosok. Sama sekali tidak ada menariknya bagi kaum milenial.

Masalah Internal Petani
Pertama, jiwa bertani tidak diturunkan pada anak. Sering sekali dijumpai sebagai seorang petani ataupun buruh tani merasakan beratnya kehidupan mereka, “menjadi petani itu susah le, kamu sekolah yang pinter biar jadi PNS” kesannya menjadi petani adalah orang rendahan.

Banyak dijumpai di beberapa daerah, para petani saat ini membutuhkan buruh tani seorang pemuda jarang sekali ditemukan. Untuk menggarap sawah saja mencari pekerja (buruh) sulitnya minta ampun, kalaupun ada hanyalah para kumpulan orang-orang sepuh, yang seharusnya sudah pensiun.

Kedua, produksi dan pendapatan tidak seimbang menyebabkan muncul istilah “mau tidak mau”. Menjadi petani sebagian orang mengatakan “untung-untungan” jika saat harga naik panen, mereka bisa mendapatkan hasil lumayan begitupula sebaliknya. Padahal harga hanyalah dimanipulasi pelaku pasar, sebagai petani bisa apa, mereka hanya pasrah “mau tidak mau” menjualnya dengan harga murah. Karena tidak semua hasil pertanian bisa ditimbun.

Ketiga, bibit dan pupuk kian mahal mengakibatkan petani menambahkan pundi-pundi uang mereka hanya untuk mengolah lahan mereka kembali. Subsidi pemerintah juga tidak sampai sektor paling membutuhkan, dari atas memang banyak bantuan berupa pupuk dan bibit tanaman, sampai petani mereka disuruh bayar untuk mengambil bantuan tersebut, dengan alasan “administrasi”.

Lahan pertanian kian menyusut
Tak bisa dipungkiri, lahan pertanian kian memprihatinkan. Kita boleh mengapresiasi kinerja pemerintahan dengan pembangunan sampai ke daerah-daerah, namun hal yang perlu diperhatikan adalah lahan yang digunakan sebagai pijakan bangunan tersebut adalah sawah berhektar-hektar. Sempat membaca artikel di beberapa daerah “petani mendadak menjadi miliarder” menjadi headline sebuah berita di berbagai media.

Mereka patut berbangga diri memiliki uang banyak, tapi lahan mereka juga musnah tidak memiliki lagi asset rill berupa lahan pertanian. Seperti ungkapan ketua Komunitas Pengusaha Padi dan Beras (KPPB) Endro Sulistyono “lahan pertanian semakin berkurang akibat pembangunan. Padahal banyak lahan bagus untuk pertanian tapi dialih fungsi untuk industry”.

Pemuda bertani, kenapa tidak?
Lahan yang terbatas sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan kegiatan usaha tani system aquaponik, hidroponik, tabulampot (tanam buah dalam pot) dan tasalamkar (tanam sayur dalam karung) merupakan salah satu solusi dengan keterbatasan lahan saat ini.

Limbah pertanian jika ditangani dengan ilmu yang memadai juga bisa dimanfaatkan untuk “mendulang” pundi-pundi rupiah. Seperti menjadikannya pupuk organic, pakan ternak dan energi alternative. Namun juga perlu ilmu dan peralatan yang memadai, maka dari itu kalian sebagai pemuda yang memiliki inovasi dan ambisi masih fresh seharusnya bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Menjadi petani di desa juga tidak selalu buruk. Hal tersebut juga disadari berbagai pengamat sosial, tingkat stress pekerja di perkotaan jauh lebih tinggi di desa, walaupun terkesan ndeso mereka jauh lebih menikmati hidup, berkumpul dengan keluarga daripada menunggu kemacetan di kota-kota besar.

Dalam era teknologi dewasa ini peluang pertanian merupakan lirikan manis bernilai emas. Bukan sebuah rahasia umum prospek pekerjaan tani merupakan aspek menjanjikan. Seorang pemuda asal bandung Charlie Tjendapati mampu menepis keraguan menjadi petani identik dengan kemiskinan, dia hanya menekuni usaha kangkung hidroponik pada lahan yang tidak begitu luas mampu meraih puluhan juta rupiah dari bertani tersebut. Contoh lain, Safrigayang petani muda berasal dari dataran tinggi Goya Aceh tengah juga bisa membuktikan dengan bertani bisa meraup jutaan rupiah dari usaha kentang dan Kol organiknya.

Saya contohkan pemuda karena hanya merekalah yang mampu memiliki ilmu, jaringan dan informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan lahan pertanian. Berkaca pada kesuksesan banyak pemuda di berbagai daerah, seharusnya bisa memotivasi pemuda zaman now untuk tergerak menjadi deretan petani muda sukses selanjutnya.

______________________________
Akhir kata, Indonesia bisa swasembada pangan jika semua pihak bersinergi bahu-membahu meningkatkan perkembangan sektor pertanian, terlebih kamu sebagai PEMUDA.

#salamLiterasi

#salamAksara
Baca selengkapnya

Jumat, 27 Oktober 2017

Perubahan Gaya Hidup Menuntut Pelaku Pasar Bertransformasi


tidak terasa kita berada dalam dekade terakhir tahun 2017, perubahan-perubahan masal sedikit demi sedikit merangsek semua sector industry. Jika kita tengah mengetahui permasalahan antara ojek pangkalan dan ojek online yang selalu memanas, perdebatan tak bisa dihindari. Banyak masyarakat menilai bahwa perkembangan memaksa perubahan itu terjadi.

Perkembangan teknologi memang tidak bisa terbendung, dan hal yang jarang sekali diketahui bahwa bukan saja ojek yang tengah merasakan dampak perubahan tersebut, namun hampir semua sector industry. Para eksekutif tingkat atas, direktur, dan manajemen tengah perusahaan konvensional tengah meradang melihat daya beli masyarakat turun sepanjang tahun.

Masih banyak yang menyalahkan daya beli masyarakat memanglah turun, hal tersebut di tepis Rhenald Kasali, dari banyak literature yang ditulis oleh beliau mengatakan bukan daya beli yang turun namun terjadi karena (shifting) perpindahan pergerakan uang.

Kita semua mengetahui bahwa tengah terjadi perubahan gaya hidup yang besar-besaran dikalangan masyarakat. Semua bisa dilakukan hanya dengan duduk santai dirumah. Perusahaan yang tidak mengikuti perubahan tersebut dipastikan akan mengalami penurunan pendapatan secara derastis. Hal tersebut diperparah dengan data-data yang kurang valid digunakan untuk mengukur kebutuhan pasar, kita lupa bahwa pergerakan kebutuhan masyarakat sangat sulit terdeteksi jika dilakukan secara online.

Kita berkaca pada perusahaan ritel yang sejak dulu merajai Indonesia, seperti hypermart, sarinah, dan jenis ritel besar lainnya, secara tidak kasat mata, masyarakat perlahan mulai merasakan kehadiran ritel online lebih efektif. Dilain sisi produsen untuk stoking perusahaan ritel modern tersebut lebih memilih membatasi produknya dan melihat pasar baru yaitu ritel online.

Jadi jelas, perubahan tersebut tidak bisa dihindari hanya bisa dihadapi, namun perubahan tersebut tentu memakan korban. Dulu kita tahu bahwa kendaraan “becak pancal” dengan adanya perubahan tergantikan oleh ojek sepeda motor, pasar-pasar konvensional tergantikan ritel modern seperti indomart. Kini saatnya perubahan tersebut memakan “korban” lagi.

Tentu jika anda sebagai pelaku pasar bisa melirik perubahan ini sebagai peluang menciptakan pasar untuk produk anda, dari pada hanya melihat kejadian transformasi tersebut lebih baik ikut serta melirik pasar yang terbuka lebar untuk semua produk bahkan start up seperti UMKM yang baru berdiri misalnya.

Kita bisa berkaca pada perusahaan JNE, perusahaan yang tengah naik daun tersebut banyak mengalami perubahan dengan adanya system online, bisa kita pastikan bahwa ritel online seperti lazada, tokopedia dkk. Selalu memakai JNE sebagai salah satu transport andalan mereka. JNE mampu melihat adanya perubahan tersebut, berbeda dengan jasa kantor pos misalkan.

Tidak hanya dalam sector produksi, dalam hal periklanan pun terjadi pergeseran, kini banyak bermunculan selebgram ataupun youtuber dengan endorse produk-produk tertentu. dengan adanya media terbaru seperti social media merupakan target pasar yang sangat empuk dikalangan marketing.

Perusahaan kini pun banyak beriklan di social media terlebih lebih evisien pun memasang iklan di trotoar lebih memakan biaya yang lumayan.

Kita mengetahui bahwa youtube melahirkan banyak artis terbaru yang bisa terkenal hingga nasional, lalu bagaimana dengan nasib artis yang hanya bergerak dalam bidang televise?, walau televise masih menjadi salah satu kebutuhan saat ini, tidak bisa dipungkiri pergeseran tersebut terjadi.

Seperti ungkapan master deddy corbuzier, banyak sekali artis di masa deddy yang sekarang entah kemana dan tidak tahu kabar batang hidungnya. Master deddy membocorkan rahasianya kenapa hingga kini dia bisa terkenal. Dia mampu mengikuti perubahan tersebut, bahkan hal yang paling tidak dia kuasai pun ingin dicoba untuk melihat peluang. Kita mengtahui bersama selain sebagai host dalam acara talk show di salah satu stasiun TV, deddy juga memiliki akun youtube dengan konten yang tak kalah menariknya, bahkan sempat ada yang mengatakan bahwa deddy seorang master trending.

Dengan teknologi.. Sekarang semua orang bisa terkenal, semua orang bisa menjadi pedagang, menjadi penulis, menjadi wartawan, semua orang bisa mengetahui banyak hal.

Perubahan memaksa kita untuk mengikuti atau hilang tak membekas

______________________________
Akhir kata, selalu optimis melihat ancaman sebagai peluang.


#salamLiterasi
Baca selengkapnya

Sabtu, 14 Oktober 2017

Menabung tidak Dianjurkan dalam Islam, Namun Dianjurkan Oleh Bank


Sejak kecil kita dianjurkan menabung, pada saat sekolah dasar guru kita selalu mengatakan “rajin menabung pangkal kaya” dan slogan tersebut masuk soal ulangan. Entah saya lupa kelas berapa, namun masih teringat jelas mengenai pelajaran tersebut.

Apakah benar, rajin menabung pangkal kaya? Dalam pelajaran ekonomi kita mengenal inflasi, merupakan kenaikan harga-harga kebutuhan secara serempak. Dengan adanya inflasi, jika saat ini kita bisa membeli cilok seharga Rp500,- belum tentu tahun depan dengan Rp500,- akan mendapatkan barang yang sama, nilai mata uang akan terus tergerus nilainya secara gradual. Berapa patokan normal inflasi? Sekitar 7% pertahun. Jadi kalian memiliki uang yang sama, maka tahun depan sudah kehilangan 7% dari nilai mata uang saat ini.

Terlepas dari konspirasi keuangan (seperti postingan saya sebelumnya) secara umum, ketika kita menabung, uang kita akan berhenti, ada pepatah yang mengatakan bahwa uang seperti air, kalau mengalir jernih jika diam menjadi sarang penyakit. Sehingga menabung terkesan seperti menumpuk harta? Na’udhubilah

Lalu apakah slogan menabung pangkal kaya sangat bertentangan dengan konsep kehidupan manusia?, atau slogan tetangganya “hemat pangkal kaya” juga menuai beragam polemik. Menurut penulis hemat itu dianjurkan dalam islam,

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
(QS Al-Furqan: 67)

Mungkin hal ini sepele, namun jika diperhatikan kedua slogan tersebut memiliki perbedaan cukup signifikan. Terlepas dari kedua slogan tersebut saya akan membahas tentang menabung dalam islam, apakah dianjurkan?

Setelah kita mengetahui bahwa nilai mata uang akan terus menurun menabung menjadi hal yang sangat tidak produktif, selain itu fungsi uang adalah untuk dihabiskan (di belanjakan) jika kalian simpan berarti kalian menyalahi arti sesungguhnya kegunaan uang tersebut.

Dalam islam istilah “rajin menabung pangkal kaya” sangat tidak dibenarkan, setelah menerima materi tentang ekonomi syariah yang di sampaikan ust. Anas budiharjo (seorang dosen ekonomi syariah di UB) saya menjadi tau, ternyata islam menganjurkan untuk ber-investasi. Jika kita menabung, selain “seakan menimbun harta” juga menghambat laju ekonomi.

Ekonomi bisa cepat terbangun dengan perputaran uang, maka tanpa adanya uang bisnis pasti akan macet.

Salah satu bukti bahwa islam lebih menganjurkan investasi adalah dengan adanya rukun islam tentang zakat. Ya, dengan zakat secara tidak langsung menyuruh kita untuk produktif, uang, emas, dan barang berharga jika tidak kita gunakan maka terkena zakat. Dengan demikian zakat merupakan gerakan untuk berinvestasi, jika kalian mempergunakan uang atau barang tersebut dalam rangka investasi (dunia/akhirat) maka tidak terkena zakat.

Selain itu Zakat yang diberikan kepada penerima zakat (mustahik) akan meningkatkan pendapatan mereka, jika pendapatan mereka meningkat yang terjadi konsumsi terhadap barang tertentu akan meningkat, itu berarti daya beli mustahik atas suatu produk kebutuhan mereka akan naik, jika itu terjadi peningkatan daya beli produk akan berimbas pada kenaikan permintaan suatu produk tersebut, peningkatan permintaan akan mendorong perusahaan untuk lebih produktif dalam memproduksi barang tersebut. Imbas dari kenaikan produksi adalah menambah lapangan pekerjaan kepada masyarakat guna memenuhi kapasitas produksi. Dan pada akhirnya pengangguran bisa berkurang.

_________________________
Selain sebagai pendorong investasi, ternyata zakat juga berpengaruh terhadap makro ekonomi.
_________________________

Inti dari penjelasan diatas adalah, berhentilah menabung, pergunakan uang sebagai fitrahnya (bukan berarti boros). Investasi juga tidak selalu tentang duniawi, investasi akhirat juga salah satu pilihan yang perlu di perhatikan.

Lalu muncul pertanyaan, siapakah yang memulai membuat slogan “rajin menabung pangkal kaya” ??? silahkan baca judul postingan ini.

Akhir kata, mengutip perkataan dari AA Gym
“zakat harus dihitung, kalau sedekah jangan hitung-hitungan”


Sampai jumpa ^_^
Baca selengkapnya

Rabu, 11 Oktober 2017

Ternyata Merokok Berdampak Positif


Mungkin kalian membaca judul diatas ini adalah clickbait, tapi coba kalian lebih rasional dan berfikir lebih positif. Persoalan merokok memang selalu menjadi berdebatan, diantara umat beragama ataupun sesama agama selalu memperdebatkan hukum rokok tersebut.

Kebanyakan media selalu memberitakan bahaya rokok, filter rokok import mengandung daging babi, bahaya rokok bagi kesehatan, merokok membunuhmu, merokok bla. Bla. Bla. Namun kali ini saya akan menggambarkan dari sisi yang berbeda agar informasi tersampaikan secara dua arah, lalu setelah kalian membaca ini terserah mau merokok atau tidak.

Slogan “merokok membunuhmu”
Sebenarnya sepele, jika memang rokok itu membunuh kenapa juga perusahaan rokok tidak dilarang Negara untuk memproduksi, malah mereka bebas promosi di mana pun (walau ada etika iklan). Terlepas dari itu slogan merokok membunuhmu merupakan politik dan ekonomi.

Percaya atau tidak slogan merokok membunuhmu hanya lah akal-akalan politik paraktis, dibalik logika kesehatan tersebut terselubung keserakahan kapitalis asing yang hendak menguasai bisnis global dalam bidang kretek. Pertarungan politik bisnis internasional menyebabkan Indonesia kehilangan kekayaan negeri sendiri.

Dulu Indonesia pernah Berjaya dengan penjualan minyak Bandar, kini telah luluh lantak karena bombardir minyak sayur (dengan isu sama tidak baik untuk kesehatan). Nah hal yang sama dilakukan pada rokok kretek. Matinya kopra, garam, gula, minyak Bandar, jamu dan kretek menandakan matinya komoditas nasional.

Maka.. selamat datang para penguasa rokok dunia, dan selamat tinggal untuk rokok kretek lokal yang merangkak menunggu ajalnya…………..

___________________
Industri rokok
Menariknya rokok merupakan penghasilan yang menggiurkan bagi pekerja dan cukai untuk Negara. Industry rokok menyumbang besar terhadap pendapatan Negara. Industry berbahan baku tembakau ini memang sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, industry ini juga melibatkan secara langsung maupun tidak terhadap jutaan orang.

Menurut menperin (menteri perindustrian) industry rokok melibatkan sedikitnya 6,1 juta orang yang menggantungkan secara langsung atau tidak pendapatan mereka terhadap diproduksinya rokok, karena itu rokok dan produksinya sudah menjadi sejarah masyarakat Indonesia, terutama rokok kretek.

Jadi jelas kan, rokok secara tidak langsung menopang jutaan orang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Bahkan untuk penerimaan cukai Negara dari 4 perusahan rokok saja sudah mencapai 125 trilun menyumbang pendapatan Negara.

______________________
Manfaat bagi perokok
Setelah tadi kita membahas mengenai konspirasi dibalik slogan melarang rokok dan manfaat rokok dalam menyumbang pendapatan Negara. Kali ini akan di jabarkan apa saja manfaat rokok bagi perokok.

·         Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemukan orang yang membunuh, mencuri atau berkelahi sambil merokok.
·         Mengurangi resiko terhadap kematian! Dalam berita tidak pernah ditemukan orang meninggal dalam posisi merokok.
·         Berbuat amal kebaikan! Kalau ada orang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap atau tidak mengecewakan orang jika ingin meminjam.
·         Baik untuk basa-basi/keakraban! Kalau bertemu orang misalnya di halte kita bisa menawarkan rokok. Kalau basa-basinya menawarkan uang kan nggak lucu.
·         Memberikan lapangan kerja! buruh rokok, dokter, pedagang asongan serta perusahaan obat batuk.
·         Bisa untuk alasan untuk tambah gaji! karena butuh asbak untuk rokok dan resiko baju berlubang terkena api rokok.
·         Bisa menambah suasana alam (nature) bagi ruangan ber-AC asap rokok bisa membuat efek seolah-olah berkabut.
·         Dapat menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi terhadap bau parfum.
·         Jika  mobilnya mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api dari puntung rokok.
·         Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah! bagi pemula, merokok itu tidak mudah, batuk-batuk dan tersedak tapi tetap saja diteruskan maka dia akan lulus.
·         Untuk indikator kesehatan! Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dahulu merokok. Jadi yang merokok itu pastinya orang sehat.
·         Menambah kenikmatan! Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh “nikmat tuhan mana yang engkau dustakan”. Apalagi ditambah merokok!
·         Sebagai tanda kalau hari sudah pagi! kita pasti mendengar ayam merokok.
·         Anti maling! waktu perokok batuk berat di malam hari, malingnya kabur duluan dikira belum tidur.
·         Membantu Film Koboy lebih gaya! merokok sambil naik kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
·         Bahan inspirasi serta pendukung membuat tugas akhir (skripsi), maka seharusnya dicantumkan terima kasih untuk rokok pada kata sambutan

________________________

Jadi jelaskan merokok positif ………….. bagi perokok ^_^
Baca selengkapnya

Minggu, 08 Oktober 2017

Paradigma Sukses Dalam Ekonomi ala Rasulullah SAW


rasulullah SAW, jauh2 hari sudah memberi contoh kepada kita sebagai suri tauladan dalam berbagai bidang ilmu. Tak hanya dalam hal hablum minallah (hubungan kepada Allah) tapi juga hablum minannas (hubungan kepada sesama manusia) sebagai buktinya, peradaban pada zaman tersebut sangatlah maju.

Dalam hal ekonomi, rosulullah mengajarkan kepada kita sebagai umat akhir zaman untuk selalu ber-investasi. rosulullah juga dikenal sebagai pembisnis sejati sejak usia dini, selain menggembala kambing beliau juga pandai dalam mengelola ekonomi umat pada saat itu.

Paradigma sukses
Kita mengenal Robert T. Kiyosaki. Dia menulis tentang dua paradigma yang menjadi pola pikir manusia dalam bukunya: The Cashflow Quadrant dia mengatakan ada 2 cara orang dalam mencari penghasilan.

yang pertama dengan paradigma umum (Quadrant kiri)

Paradigma Umum adalah mencari penghasilan dengan bekerja lalu mencari penghasilan, hingga awal/akhir bulan atau tiap pelanggan datang, mendapatkan penghasilan.

namun Robert T. Kiyosaki mempunyai cara yang lebih aman dan lebih nyaman tentunya dalam mencari penghasilan

dengan Paradigma Sukses
paradigma sukses mencari penghasilan dengan cara membangun asetnya terlebih dahulu, lalu asetlah yang memberikannya penghasilan

kedua paradigma tersebut tersusunlah rumus ESBI
ESBI adalah suatu perbandingan Quadrant menurut Robert T. Kiyosaki

Quadrant Kiri :
E untuk Employee (Pekerja, Ex : Buruh, Karyawan, OB, dll)
S untuk Self Employee(Pekerja Lepas, Ex : Dokter, Penulis, Artis, Pemusik, dll)

Quadrant Kanan :
B untuk Business Owner (pemilik Tempat Usaha)
I untuk investor (Orang yang menginvestasikan uangnya untuk modal tempat usaha)

..
terlepas dari rumus ESBI si robert kiyosaki, sebenarnya nabi kita muhammad SAW, sudah jauh-jauh hari mempraktekkan rumus trsebut,  sejak usia 7 thn atau dlm riwayat lain 8 tahun beliau sudah memulai usahanya sebagai entrepreneur.. pada umur 13 thn beliau ikut pamannya sebagai pedagang di negeri syam pada masa ini beliau sebagai Employee atau pkerja sampai usia 17 thn, dari 17 thn sampai 25 tahun merupakan titik terberat dalam usaha beliau sebagai self employee atau pemilik usaha atau pekerja lepas, yang berjuang sebagai market leader di zamannya tersebut..

hingga pada usia 37 tahun beliau sudah mengurangi kesibukannya sebagai pekerja lepas, sehingga naik level menjadi pemilik usaha atau business owner, sampai pada umur 40 tahun beliau sudah tidak bnyak memikirkan usahanya karena sudah sebagai Investor yaitu uang yang berkerja untuk beliau.. maka dari itu pada umur 40 trsebut beliau diangkat sebagai rosul karena sudah merdeka dalam hal ekonomi, beliau mengabdikan seluruh kesibukannya untuk umat..

jadi bukan hanya seorang pendakwah beliau sebenarnya jga bekerja keras demi kemerdekaan ekonomi, sehingga dalam urusan dakwah beliau sudah tidak memikirkan pekerjaan ,full time memikirkan dakwah islam..
..
kenpa saya menyampaikan pentingnya jdi pengusaha, selain trmasuk sunnah rosulullah, juga merubah paradikma masyarakat yag semula sebagai paradigma umum (sekolah => bekerja diperusahaan/PNS), menjadi paradigma sukses (sekolah => wirausaha) .. dimana desa merupakan wujud aset nyata yang sangat luas, masih banyak yang bisa di inovasi dan di explorasi baca tulisan saya sebelumnya tentang membongkar potensi kekayaan pedesaan, ilusi kemakmuran ekonomi modern.

hikmah yang dapat kita petik adalah, Islam sebagai agama rihmatal lil alamin benar-benar sempurna dalam ilmu apapun, terkadang kita bangga dengan ilmu yang telah kita miliki, sehingga lupa sebenarnya islam telah mengajarkan kita jauh lebih sempurna..

________________________________________

Akhir kata, ketupat janure tuo, menawi lepat nyuwun ngapuro ^_^
Baca selengkapnya